Kamis, 9 April 2026

Literasi Digital Manfaatkan Pemasaran Lewat Aplikasi Pesan Instan

Kemenkominfo bersama siberkreasi menggelar webinar literasi digital memanfaatkan pemasaran lewat aplikasi pesan instan.

fismedia.id
Kemenkominfo bersama siberkreasi menggelar webinar literasi digital memanfaatkan pemasaran lewat aplikasi pesan instan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pada awal 2022 Hootsuite dan We Are Social melaporkan jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai 204,7 orang atau meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya.

Masifnya kemajuan teknologi ini mampu memberikan potensi resiko seperti penipuan online seperti Hoax dan Cyber Bullying, oleh karena itu peningkatan penggunaan teknologi harus di imbangi dengan peningkatan kapasitas literasi digital yang mempuni.

"Survey Nasional yang dilakukan tahun lalu menemukan jika saat ini indeks literasi digital Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5 atau masih kategori sedang belum mencapai kategori baik. Hal ini perlu terus ditingkatkan untuk membekali peningkatan kapasitas literasi digital,"  ujar Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pengerapan, Jumat (18/11/2022).

Kemenkominfo yang memimpin upaya percepatan transformasi digital bangsa Indonesia memiliki tugas sebagai regulator, fasilitator, dan akselerator, dalam rangka menjalankan mandat tersebut.

Terkait dengan pengembangan SDM, Kemenkominfo bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi telah melakukan literasi digital kepada lebih dari 14,6 juta orang.

Dalam perjalanannya sejak pertama kali diluncurkan 2021 yang lalu, program ini berfokus pada peningkatan wawasan dan kecakapan digital masyarakat Indonesia yang diukur berdasarkan 4 (empat) pilar digital, yaitu Kecakapan Digital, Etika Digital, Keamanan Digital, dan Budaya Digital.

"Pada tahun 2022 akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta masyarakat. Kinerja literasi digital pun mulai menunjukkan peningkatan dari segi kualitas. Peluang kecakapan digital tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal, mengingat kita memiliki potensi sumber daya manusia yang besar," ujar Menkominfo Johnny G. Plate, dalam sambutan program Makin Cakap Digital. 

Program ini bertujuan untuk membangun wawasan dan pengetahuan terkait literasi digital dalam bentuk webinar (seminar dan diskusi secara online), talkshow dalam format hybrid (offline dan online), serta spesial event penunjang kegiatan literasi digital.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya menghentikan penyebaran berita hoaks serta dampak negatif dari penyalahgunaan internet dengan cara meningkatkan kemampuan kognitif masyarakat Indonesia melalui beragam program edukasi kecakapan literasi digital.

Menjadi literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan, dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk.

Selain itu dengan cakap literasi digital dapat memacu individu untuk beralih dari konsumen yang pasif menjadi produsen yang aktif, baik secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas.

Dengan literasi digital juga akan tercipta tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis serta kreatif.  Anggota masyarakat tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif dan menjadi korban informasi hoaks atau korban penipuan yang berbasis digital.

Kemenkominfo bersama siberkreasi telah menyelenggarakan kegiatan webinar November ini untuk kelompok masyarakat dan komunitas di wilayah Sumatera dengan tema Konsep Bisnis Digital: Pemasaran Melalui Whatsapp yang dihadiri lebih dari 1.300 orang.

"Whatsapp marketing adalah jenis pemasaran dan promosi yang dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi pesan Whatsapp. Platform Whatsapp dapat membantu pelaku usaha dalam menjangkau banyak audiens, membangun hubungan yang kuat dan meningkatkan penjualan 4 strategi pemasaran via whatsapp," kata Ketua Umum Sobat Cyber Indonesia Virna Lim.

"Pertama, sediakan nomor khusus untuk melayani pelanggan. Kedua, buatlah katalog produk untuk memudahkan konsumen untuk melihat produk kita. Ketiga, gunakan fitur story untuk promosi produk. Terakhir, manfaatkan fitur whatsapp secara maksimal untuk membantu kita dalam melayani konsumen," papar Virna Lim.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved