Polisi Tembak Polisi

Jika Brigadir J Berkepribadian Ganda Maka Ia Korban Kekerasan Seksual Berulang Putri Candrawathi

Jika benar Brigadir J berkepribadian ganda dan temperamen, pakar menilai itu akibat dari kekerasan seksual berulang oleh Putri Candrawathi

Akun YouTube Kompas TV
Momen Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, tertawa dan berbinar di sidang pembunuhan Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). Pakar menilai jika Brigadir J berkepribadian ganda, maka Brigadir J adalah korban kekerasan berulang Putri Candrawathi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengeluarkan jurus baru dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Mereka menuding bahwa Brigadir J atau Yosua cenderung berkepribadian ganda. Selain itu di sidang sebelumnya, keterangan saksi yakni asisten rumah tangga dan ajudan Ferdy Sambo serta Putri Candrawathi, para saksi melontarkan kesaksian tentang tabiat buruk Brigadir J.

Mengenai hal ini, Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel menilai bahwa tudingan tabiat buruk dan kepribadian ganda terhadap Brigadir J, justru memperkuat dugaan bahwa Brigadir J adalah korban kejahatan seksual yang berulang oleh Putri Candrawathi.

"Di bulan Juli lalu, saya katakan tidak yakin ada kontak seksual atau kekerasan seksual baik itu di Duren Tiga atau di Magelang," kata Reza.

"Tapi oke, karena harus dipaksakan ada kekerasan seksual, kemudian kita kaitkan dengan pernyataan bahwa Brigadir Yosua adalah berkepribadian ganda, kita gandengkan juga dengan keterangan sekian banyak saksi, Yosua ini pemarah, temperamental, suka dugem dan juga minta dicarikan perempuan yang mengesankan dia pecandu seks atau hiperseks, maka saya khawatir jangan jangan Yosua adalah benar-benar korban kejahatan seksual berulang," ujar Reza di acara Kontroversi di Metro TV, Kamis (17/8/2022) malam.

Sebab kata Reza semua tudingan tabiat buruk Brigadir J oleh saksi yang dibuka di persidangan, adalah cerminan orang-orang yang mengalami kejahatan seksual berulang.

Baca juga: Saat Brigadir J Dituduh Berkepribadian Ganda Hingga Jadi Korban Kekerasan Seksual Putri Candrawathi

"Ketika seorang korban kejahatan seksual tidak mampu berkata-kata, tidak mampu mencari pertolongan, terlebih dia laki-laki yang dianggap lebih kuat, maka semakin sulit mencari pertolongan," kata Reza.

Meskipun mulut tidak bisa berbicara katanya maka perilaku korban kejahatan seksual berulang akan menunjukkan itu dan cerminannya ada di sifat buruk yang ditudingkan para saksi ke Brigadir J.

"Maka pantas bagi kita berspekulasi semua tabiat buruk Brigadir J yang dikatakan saksi serta penilaian kuasa hukum Yosua berkepribadian ganda, justru mempertegas kekhawatiran saya bahwa Brigadir Yosua adalah korban kejahatan seksual berulang Putri Candrawathi," ujarnya.

Baca juga: Kamaruddin Nilai Patra M Zen Pengacara Sejati, Mundur Setelah Kena Prank Putri Candrawathi

Sementara itu kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak tetap yakin bahwa Brigadir J akan dilecehkan oleh Putri Candrawathi saat di Magelang.

"Yosua adalah korban karena digoda Putri Candrawathi untuk memenuhi birahinya. Tapi karena Brigadir J menolak, maka dia dibunuh dan difitnah pula," ujarnya.

Ferdy Sambo Berkepribadian Ganda

Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa tudingan kepribadian ganda penasehat hukum Sambo dan Putri atas Brigadir J serta kesaksian ajudan dan ART atas sifat buruknya, adalah fitnah.

"Tujuan mereka untuk character building assassination atau pembunuhan karakter Yosua," ujar Kamaruddin.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved