Program JKN Bantu Nani Pasang Alat Pacu Jantung Berbiaya Ratusan Juta Rupiah

Nani peserta program JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) bersyukur sekali bahwa Program JKN dapat membantu membiayai seluruh pengobatan jantungnya.

dok. BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa
Nani Yuliati (36) peserta program JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) bersyukur bahwa Program JKN dapat membantu seluruh biaya pengobatan dan pemasangan alat pacu jantung senilai ratusan juta rupiah. 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA – Usia muda identik dengan tubuh yang sehat dan bebas dari penyakit. Siapa sangka seorang ibu muda, Nani Yuliati (36) harus menerima kenyataan bahwa tubuhnya harus dipasang alat pacu jantung untuk memastikan jantung berdetak normal.

Nani sangat bersyukur menjadi bagian dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Berkat Program JKN, ia dapat menjalani prosedur pemasangan alat pacu jantung dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

“Saat itu kondisi saya sudah darurat sampai blackout dan keluarga juga sudah sangat panik. Ditambah lagi, keluarga harus segera memutuskan untuk penjaminan biaya operasi alat pacu jantung,” ungkap Nani beberapa waktu lalu.

Nani mengaku sudah terdaftar sebagai peserta JKN sejak tahun 2014 dan memiliki asuransi konvensional.

Namun, melihat manfaatnya yang sangat besar, keluarga dengan yakin menggunakan JKN sebagai penjamin biaya pengobatan jantungnya.

Nani sangat bersyukur dan beruntung menjadi bagian dari Program JKN. Ia sadar bahwa pemasangan alat pacu jantung membutuhkan biaya yang sangat besar. Beruntungnya, Nani tidak perlu mengeluarkan biaya selama pengobatan jantungnya.

Selama memanfaatkan JKN, ia tidak merasakan perbedaan sama sekali dengan pasien umum, Prosedur pelayanan kesehatan sangat cepat dan tanpa hambatan.

“Biaya pemasangan alat pacu jantung saya berkisar Rp 200 juta. Tanpa JKN, sudah dipastikan saya tidak mampu jika harus membayarnya secara pribadi,” ucapnya.

Ia pun bersyukur sekali bahwa Program JKN dapat membantu membiayai seluruh pengobatannya.

“Asuransi konvensional yang saya miliki pun mungkin tidak akan menjamin biaya secara keseluruhan seperti JKN,” ujar Nani yang terdaftar sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Menurut Nani, alur pelayanan JKN sangat memudahkan masyarakat. Sebagai peserta harus proaktif dan cepat tanggap terhadap alur dan persyaratan yang dibutuhkan selama pelayanan kesehatan.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada perbedaan pelayanan kesehatan antara peserta JKN dengan pasien umum, mulai dari dokter, perawat hingga petugas non medis, seluruhnya memberikan pelayanan yang terbaik.

Nani turut mengajak bagi masyarakat yang belum terdaftar menjadi peserta JKN segera mendaftarkan dirinya dan yang sudah terdaftar untuk selalu rutin membayar iurannya setiap bulan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved