Pandemi Virus Corona

Buntut Lonjakan Kasus Covid-19, PT MRT Jakarta Ubah Jam Operasional dan Kembali Perketat Prokes

Masyarakat harus waspada, saat ini kasus Covid-19 sedang melonjak, terutama di Jakarta. Karena itu jam operasional MRT diubah.

MRT Jakarta
PT MRT Jakarta mengubah jam operasional transportasi tersebut seiring lonjakan kasus Covid-19. Selain itu, prokes kepada penumpang juga diperketat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) mengubah kebijakan waktu operasional yang berlaku mulai Selasa, 15 November 2022.

Penyesuaian jadwal operasi ini merupakan tindak lanjut dari Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Nomor 486 tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengaturan Kapasitas Angkut dan Waktu Operasional Sarana Transportasi Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 1.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Rendi Alhial mengatakan, sehubungan dengan hal tersebut, kebijakan waktu operasional MRT Jakarta berubah.

Jam operasional pada Senin – Jumat (hari kerja) pukul 05.00 sampai pukul 24.00.

Kemudian akhir pekan pada Sabtu – Minggu atau hari libur pukul 06.00 sampai dengan 24.00.

“Jarak waktu keberangkatan antarkereta untuk weekdays (hari kerja) tiap lima menit pada jam sibuk (07.00-09.00 dan 17.00—19.00), dan setiap 10 menit di luar jam sibuk,” kata Rendi, Senin (14/11/2022).

Rendi mengatakan, untuk akhir pekan atau hari libur jarak waktu keberangkatan antarkereta setiap 10 menit.

Baca juga: MRT Jakarta Libatkan Arkeolog Tangani Trem Sepanjang 1,4 kilometer Warisan Kolonial Belanda

Rendi mengimbau pengguna jasa wajib mengikuti aturan yang berlaku selama berada di dalam area stasiun dan kereta, terutama terkait penerapan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

Mulai dari memakai masker, dan senantiasa menjaga kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun. Pengguna jasa juga diminta untuk melakukan pemindaian kode QR melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki area stasiun dan tidak berbicara baik satu maupun dua arah selama berada di dalam kereta.

Sebelumnya, Wakil Presiden KH Maruf Amin mengatakan, keputusan pemerintah belum menurunkan status pandemi menjadi endemi, adalah bagian dari kewaspadaan dalam penanganan Covid-19.

Baca juga: Heru Budi Hartono Gertak Promotor Musik Abaikan Ketentuan Konser, Buntut Lonjakan Kasus Covid-19

Maruf mengatakan, langkah tersebut beralasan karena saat ini kasus Covid-19 kembali melonjak.

"Karena itu memang pemerintah belum menurunkan status pandemi ke endemi, walaupun sudah banyak."

"Karena kita masih mewaspadai jangan ada varian baru, ternyata ada varian baru ini," ucap Maruf di Masjid At-Taqwa, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (11/11/2022).

Maruf mengatakan, pemerintah juga masih menerapkan PPKM level 1 di berbagai daerah.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved