Polisi Tembak Polisi
Ada KTT G20 di Bali, Sidang Lanjutan Ferdy Sambo Cs Ditunda Sepekan
Dalam rangka menjaga situasi kondusif gelaran KTT G20 di Bali, sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J ditunda
Penulis: Nurmahadi | Editor: Budi Sam Law Malau
Ia menangis di dada majikannya itu beberapa saat.
Setelah selesai dipeluk, Susi pun nampak kembali menangis di hadapan Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo kelihan berbicara sesuatu kepada Susi. Susi membalas dengan anggukan yang artinya mengiyakan ucapan Ferdy Sambo.
Lalu Ferdy Sambo pun meninggalkan ruang sidang, dan Susi mengiringi di sampingnya.
Hakim Sindir ART dan Ajudan Sambo
Sebelum sidang ditutup, Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso menyindir para saksi yakni ajudan dan ART Ferdy Sambo.
Menurut Wahyu, para saksi lancar menjawab jika ditanya pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, namun bak orang sakit gigi jika ditanya hakim atau jaksa.
"Saksi saksi ini lancar banget malam ini jawabannya. Tadi waktu ditanya saya sama jaksa, kayak sakit gigi semua," kata Wahyu.
"Terutama si Kodir ini, lancar banget kamu menjawabnya Dir. Besok kita masih ketemu loh Dir. Lancar kayak gini gak Dir? Kamu kemaren kayak macam sakit gigi," kata Wahyu.
Apalagi kata Wahyu, Kodir banyak menjawab tidak tahu kepadanya.
Baca juga: Brigadir J Disudutkan di Sidang, Pakar: Buka Juga Watak Buruk Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi
Baca juga: Ferdy Sambo Sebut Semua Ajudan Dianggap Anak Sendiri, Tapi Kok Brigadir J Dibunuh?
"Ditanya bilang gak tahu. Ini ditanya pengacara cepet banget jawabnya," kata Wahyu.
Selain itu Wahyu juga menyindir saksi Damianus Laba Kobam alias Damson, sekuriti rumah Ferdy Sambo.
"Termasuk si Damson. Tadi ditanya, saudara Ferdy Sambo PCR? Jawab ikut PCR. Ditanya penasehat hukum, tidak tahu," kata Wahyu sambil geleng-geleng kepala.
Putri Candrawathi Tertawa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ferdy-Sambo-di-sidang-pembunuhan-Brigadir-J-di-PN-Jakarta-Selatan-Selasa-8112022.jpg)