Kamis, 23 April 2026

Berita Video

VIDEO Ditemukan Biara Kristen Pra Islam di Uni Emirat Arab

Sebuah biara Kristen kuno yang digali di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA) dibangun lebih dari 1.400 tahun yang lalu

Penulis: Suprapto | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Sebuah biara Kristen kuno yang digali di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA) dibangun lebih dari 1.400 tahun yang lalu, membuatnya lebih tua dari Nabi Muhammad yang lahir pada 570 M.

Sisa-sisa biara menunjukkan umat Kristen berdoa di dalam gereja lorong tunggal, yang memiliki ruang tambahan untuk pembaptisan dan memanggang wafer untuk komuni.

Sel tempat para biarawan menghabiskan waktu dalam kesendirian juga ditemukan.

Penemuan biara Kristen ini hanya yang kedua dari jenisnya yang ditemukan di wilayah tersebut, yang lain pada tahun 1990.

Demikian berita terkini Wartakotalive.com bersumber dari dailymail.co.uk hari ini.

Sejarawan percaya bahwa keduanya akhirnya ditinggalkan ketika orang-orang Kristen mulai masuk Islam karena kepercayaan menjadi lebih umum di wilayah tersebut.

Kekristenan adalah agama minoritas di Timur Tengah yang lebih luas, tetapi UEA menjamin kebebasan beragama selama tidak bertentangan dengan kebijakan publik atau moral.

Namun, negara-negara Timur Tengah tertentu, seperti Irak, Suriah dan Mesir, menganiaya orang-orang Kristen.

Baca juga: Akui Dirinya Presiden di Tengah Demo 411, Kakek Suwono Sebut Sudah Usir Jokowi Sejak 2017

Misalnya, 99 orang Kristen Mesir dibunuh oleh kelompok-kelompok ekstremis pada tahun 2017, dengan 47 orang terbunuh pada Minggu Palma di Tanta dan Alexandria

Tapi agama itu dipraktekkan jauh sebelum Islam dimulai.

Biara kuno ditemukan di Pulau Siniyah, bagian dari wilayah syekh bukit pasir Umm al-Quwain.

Penanggalan karbon dari sampel yang ditemukan di fondasi biara bertanggal antara 534 dan 656. Nabi Islam Muhammad lahir sekitar tahun 570 dan meninggal pada tahun 632 setelah menaklukkan Mekah di Arab Saudi saat ini.

Baca juga: VIDEO Bunda Corla Sumringah Bertemu AHY dan Anisa Pohan Di Jerman

Di sebelah tempat biara berdiri, sisa-sisa bangunan terpisah dengan empat kamar, yang diyakini para arkeolog mengelilingi halaman dan kemungkinan merupakan rumah bagi kepala biara.

Bagi Timothy Power, seorang profesor arkeologi di Universitas Uni Emirat Arab yang membantu menyelidiki biara yang baru ditemukan, UEA saat ini adalah 'peleburan bangsa-bangsa'.

"Fakta bahwa hal serupa terjadi di sini 1.000 tahun yang lalu benar-benar luar biasa dan ini adalah kisah yang pantas untuk diceritakan," katanya.

Baca juga: VIDEO Aksi Bela Rakyat Jilid 4 Tuntut Jokowi Mundur

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved