Vokasi
Program Magang Vokasi Mengantar Mila Gadis Cikawung Menembus Komatsu
Mila Rosanti, alumni SMK Industri Logam Situraja, Sumedang, merasakan “kenyamanan” kala magang di PT Komatsu Indonesia hingga diterima bekerja disana.
Tak hanya itu, sambil berjualan dirinya juga bertanggung jawab untuk mengasuh dan menjaga bayi yang merupakan anak dari kakaknya.
“Saya juga berjualan via online. Setelah kakak pulang mengajar, saya langsung menyiapkan pesanan dan langsung mengantar ke pembeli. Omzet saya sehari bisa Rp100.000 - Rp 200.000. Meski, terkadang di dalam benak saya masih memikirkan tentang bekerja di PT Komatsu,” tuturnya.
Dua bulan berlalu, tibalah musim menanam. Mila pun memutuskan membantu orang tua menanam terong. Alhasil, sebelum matahari terbit, dirinya sudah di kebun hingga pukul 9 pagi, dilanjutkan dengan mengasuh ponakan.
Lalu jam 4 sore Mila kembali berkebun untuk menyiram tanaman hingga selesai sekitar maghrib.
“Terkadang saya merasa capek dan merasa ingin seperti teman yang bisa kuliah atau yang ingin apa-apa bisa langsung minta kepada orang tua. Akan tetapi, saya selalu bersyukur atas kehidupan saya,” katanya.
Asa pun tiba
November 2021 menjadi bulan kebahagiaan bagi Mila. Kabar yang selama enam bulan ia rindukan, akhirnya tiba, yakni panggilan tes bekerja dari PT Komatsu Indonesia.
Mendapat kabar panggilan tes bekerja, sontak Mila menangis terharu. Mila pun bersemangat hingga tiap harinya melakukan persiapan latihan fisik agar lolos dalam proses medical check up.
Semua tes berhasil dilalui
Tibalah hari keberangkatan, meninggalkan keluarga di kampung untuk menjemput impian. Mobil jemputan dari PT Komatsu Indonesia sudah siap sedari pagi untuk memboyong perempuan ceria ini dari Sumedang, menuju Jakarta.
“Di situ pas keberangkatan tangisan saya pecah bersama keluarga karena harus meninggalkan keluarga, dan mungkin tidak bisa banyak membantu pekerjaan di rumah lagi,” ucapnya haru.
Usai sudah penantian sang dara, Mila pun memulai pekerjaannya di bagian pattern shop, tepatnya di foundry flen.
Sekitar dua minggu pertama, Mila pun harus merasakan tinggal di asrama. Ia tidur sendiri karena tidak ada perempuan lagi, sedangkan yang laki-laki itu tidur bersama di aula.
"Di gedung yang besar di ruangan sendiri, ketika malam lampu gedung tersebut dimatikan. Namun, saya pun terbiasa untuk menjalani itu semua,” ujarnya.
Nyaman di antara panas dan debu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Mila-alumni-SMK-Industri-Logam-Situraja.jpg)