Rabu, 22 April 2026

Sama-sama Gemar IT dan Teknologi, Tiga Pemuda Ini Dirikan Perusahaan Startup di Hari Sumpah Pemuda

Eka Gunawan, Olsu Babay dan Mateus Fu, tiga pemuda yang mendirikan sebuah perusahaan startup di Hari Sumpah Pemuda

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: PanjiBaskhara
freepik.com/rawpixel.com via Kompas.com
Eka Gunawan, Olsu Babay dan Mateus Fu, tiga pemuda yang mendirikan sebuah perusahaan startup di Hari Sumpah Pemuda. Ilustrasi: Perusahaan startup 

WARTAKOTALIVE.COM - Eka Gunawan, Olsu Babay dan Mateus Fu, tiga pemuda yang mendirikan sebuah perusahaan startup.

Dimana perusahaan startup yang didirikan oleh Eka Gunawan, Olsu Babay dan Mateus Fu tersebut bernama iklanjalan.com.

Menurut mereka, dunia bisnis di Indonesia terus berkembang meluas dan internet yang jadi kebutuhan pokok manusia modern.

Hal itu lah yang membuat ketiganya yang sama-sama gemar di bidang IT dan teknologi mendirikan sebuah perusahaan startup.

Baca juga: Jokowi: 80-90 Persen Startup Gagal karena Tidak Lihat Kebutuhan Pasar dan Kehabisan Dana

Baca juga: Dukung Inovasi Energi Bersih, PLN Gelar Program Pengembangan Startup PLN Elevation: Watts Up!

Baca juga: Bangkitkan Ekonomi Digital, Kemenkominfo Gelar Ignition 1000 Startup Digital 2022

Fokus bisnis saat ini di bidang iklan yang di mana penempatannya pada kendaraan dan benda-benda begerak lainnya.

"Kami namakan Iklanjalan.Com karena kami ingin agar pesan- pesan dan publikasi itu bisa tersebar luas di masyarakat,"

"Terutama kalangan menengah kebawah, yang juga menjadi salah saru target kami adalah UMKM, " ujarnya Eka Gunawan sebagai CEO iklanjalan.com, Jumat (28/10/2022).

Sementara itu, Mateus Fu yang sudah berpengalaman menjadi manager dan pengelola di berbagai marketplace besar di Indonesia dan luar negeri menargetkan untuk event-event international.

"Saat ini kami sudah bekerja sama dengan Brand-brand esport nasional dan international. Dan mudah-mudahan kami ditunjuk sebagai salah satu official iklan piala dunia. Doakan saja sekarang sedang proses pematangan," kata Mateus Fu.

Dengan tumbuhnya UMKM dan usaha ini maka meningkat juga akan kebutuhan iklan, yang tentu akan membantu para pengusaha dalam negeri untuk go international.

Olsu Babay sebagai operstional dorector sangat optimis tentang prospek iklanjalan ini

"Tentu Iklanjalan.com sudah sangat sepaham dan seiring dengan target pemerintah untuk bagaimana membantu para pelaku usaha, UMKM dan brand lokal dikenal di masyarakat international"

"serta harapan dari Presiden Joko Widodo agar makin banyak startup Indonesia yang menjadi unicorn susulan, dan iklanjalan.com bisa menjadi salah satu yang diandalkan," ujar Olsu Babay.

Dalam persaingan ketat saat ini kita harus jeli dan semangat dalam menatap masa depan.

Management iklanjalan.com juga mengajak kepada seluruh anak muda dan pelaku usaha agar optimis dan bersemangat di dalam bekerja dan berusaha.

Kata Presiden Jokowi soal Startup Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat dan tertinggi di Asia Tenggara.

"Melompat delapan kali lipat dari 2020 kira-kira Rp632 triliun, melompat menjadi Rp4.531 triliun nanti di 2030," kata Jokowi saat membuka BUMN Startup Day 2022, di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin (26/9/2022), dikutip melalui laman setkab.go.id.

Artinya, kata Jokowi peluang ekonomi digital sangat besar, dan menjadi kesempatan bagi kaum muda, karena pengguna internet di Indonesia kini menembus 77 persen, dan penggunaannya 8 jam 36 menit setiap hari.

Startup Indonesia, lanjut Jokowi, tertinggi keenam di dunia, setelah Amerika Serikat, India, Inggris, Kanada, dan Australia.

"Ini juga sebuah potensi yang besar, yang harus kita kembangkan. Tapi hati-hati, dari kategori yang saya lihat, memang yang paling besar masih di fintech 23 persen, kemudian retail ada 14 persen."

"Padahal tadi kalau kita lihat, urusan masalah krisis pangan, urusan pangan ke depan ini akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi."

"Itu adalah kesempatan, itu adalah peluang, itu adalah opportunity, dan agrikultur hanya 4 persen."

"Hati-hati, ini ada kesempatan besar di situ. Karena di dalam urusan pangan itu ada yang namanya urusan produksi, ada yang namanya urusan distribusi, ada yang namanya urusan pasar."

"Di sini ada peluangnya semuanya, urusan distribusi ada, urusan produksinya ada, urusan pasarnya, ada peluang semuanya," papar Jokowi.

Urusan pangan, imbuh Jokowi, tidak hanya urusan beras komoditas yang lainnya juga banyak sekali.

"Sayur, sayur pun juga macam-macam jenisnya. Pangan tidak hanya beras, hati-hati, ada sorgum, ada porang, ada cassava, ada sagu, dan lain-lainnya."

"Sehingga ini menjadi sebuah peluang besar dan target konsumen dari petani di ladang, dari nelayan di lautan, sampai masuk melompat ke dapurnya ibu-ibu rumah tangga. Peluangnya sangat besar sekali," tuturnya.

Urusan kesehatan hingga krisis kesehatan, juga peluangnya sangat besar bagi startup.

"Kita ini negara dengan 17 ribu pulau, 514 kabupaten/kota, 34 provinsi, apa yang bisa kita lakukan agar kesehatan kita ini bisa melompat?"

"Telemedisin bisa disambungkan, operasi jarak jauh bisa disambungkan dengan platform, dengan aplikasi."

"Juga yang ketiga, yang selalu ini saya sampaikan, UMKM, UMKM. Hati-hati, kita memiliki 65,4 juta UMKM."

"Memang masih banyak persoalan, urusan kemasan, urusan kualitas produksi, urusan kapasitas produksi, tetapi di situ baru 19 juta yang masuk ke platform digital, sehingga masih ada ruang yang sangat besar untuk bisa kita kerjakan di sana."

"Hati-hati, 80 persen sampai 90 persen startup gagal saat merintis, karena sekali lagi, tidak melihat kebutuhan pasar yang ada."

"Berangkatnya mestinya dari kebutuhan pasar yang ada itu apa. Yang kedua, juga karena kehabisan dana."

"Ini nanti fungsinya venture capital, fungsinya BUMN, agar ekosistem besar yang ingin kita bangun ini bisa saling sambung"

"Sehingga semuanya terdampingi dengan baik dan bisa tidak gagal untuk masuk ke pasar-pasar, ke peluang-peluang yang ada di negara kita," papar Jokowi.

(Wartakotalive.com/FAF/*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved