Rabu, 15 April 2026

Sama-sama Gemar IT dan Teknologi, Tiga Pemuda Ini Dirikan Perusahaan Startup di Hari Sumpah Pemuda

Eka Gunawan, Olsu Babay dan Mateus Fu, tiga pemuda yang mendirikan sebuah perusahaan startup di Hari Sumpah Pemuda

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: PanjiBaskhara
freepik.com/rawpixel.com via Kompas.com
Eka Gunawan, Olsu Babay dan Mateus Fu, tiga pemuda yang mendirikan sebuah perusahaan startup di Hari Sumpah Pemuda. Ilustrasi: Perusahaan startup 

Kata Presiden Jokowi soal Startup Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat dan tertinggi di Asia Tenggara.

"Melompat delapan kali lipat dari 2020 kira-kira Rp632 triliun, melompat menjadi Rp4.531 triliun nanti di 2030," kata Jokowi saat membuka BUMN Startup Day 2022, di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin (26/9/2022), dikutip melalui laman setkab.go.id.

Artinya, kata Jokowi peluang ekonomi digital sangat besar, dan menjadi kesempatan bagi kaum muda, karena pengguna internet di Indonesia kini menembus 77 persen, dan penggunaannya 8 jam 36 menit setiap hari.

Startup Indonesia, lanjut Jokowi, tertinggi keenam di dunia, setelah Amerika Serikat, India, Inggris, Kanada, dan Australia.

"Ini juga sebuah potensi yang besar, yang harus kita kembangkan. Tapi hati-hati, dari kategori yang saya lihat, memang yang paling besar masih di fintech 23 persen, kemudian retail ada 14 persen."

"Padahal tadi kalau kita lihat, urusan masalah krisis pangan, urusan pangan ke depan ini akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi."

"Itu adalah kesempatan, itu adalah peluang, itu adalah opportunity, dan agrikultur hanya 4 persen."

"Hati-hati, ini ada kesempatan besar di situ. Karena di dalam urusan pangan itu ada yang namanya urusan produksi, ada yang namanya urusan distribusi, ada yang namanya urusan pasar."

"Di sini ada peluangnya semuanya, urusan distribusi ada, urusan produksinya ada, urusan pasarnya, ada peluang semuanya," papar Jokowi.

Urusan pangan, imbuh Jokowi, tidak hanya urusan beras komoditas yang lainnya juga banyak sekali.

"Sayur, sayur pun juga macam-macam jenisnya. Pangan tidak hanya beras, hati-hati, ada sorgum, ada porang, ada cassava, ada sagu, dan lain-lainnya."

"Sehingga ini menjadi sebuah peluang besar dan target konsumen dari petani di ladang, dari nelayan di lautan, sampai masuk melompat ke dapurnya ibu-ibu rumah tangga. Peluangnya sangat besar sekali," tuturnya.

Urusan kesehatan hingga krisis kesehatan, juga peluangnya sangat besar bagi startup.

"Kita ini negara dengan 17 ribu pulau, 514 kabupaten/kota, 34 provinsi, apa yang bisa kita lakukan agar kesehatan kita ini bisa melompat?"

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved