Kriminal

WNA Asal Sudan Lakukan Pelecehan di KRL, Saat ini Diproses di Polres Jakarta Timur Kendala Bahasa

Polisi sudah menangkap pelaku pelecehan di dalam KRL, dimana dia adalah WNA dari Sudan.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Rendy Rutama Putra
Kapolsek Duren Sawit, Kompol Martson Marbun, bahwa proses penyelidikan kasus pelecehan di KRL dilakukan WNA asal Sudan sedang berjalan 

WARTAKOTALIVE.COM, BUARAN - Satu pelaku pelecehan seksual di KRL dengan inisial HS (50), yang diamankan Satpam dan Polisi di Stasiun Buaran pada Jumat (21/10/2022) lalu, sekira pukul 20.00 WIB, dalam tahapan penyelidikan Polres Metro Jakarta Timur.

Hal itu disampaikan Kapolsek Duren Sawit, Kompol Martson Marbun, bahwa proses penyelidikan tersebut dilakukan bersamaan dengan korban yakni P (20).

"Sesuai arahan Kapolres Metro Jakarta Timur, kita arahkan ke Polres, kita kendala faktor translator yang minim juga," kata Marbun, Sabtu (22/10/2022).

Ditegaskan olehnya, sebab HS memiliki status kependudukan Warga Negara Asing (WNA) asal negara Sudan.

Baca juga: Cut Mini Geram Melihat Para Pelaku Tindak Pelecehan Seksual, Berharap Perangkat Hukum Beri Efek Jera

Baca juga: Siswa SMA Teriak Histeris Usai Menerima Tindak Pelecehan di KRL Commuter Line

Hal itu disampaikan Staff Stasiun, Naufal, bahwa pelaku dijelaskan korban telah melakukan pelecehan seksual di kereta api dengan menggesekan alat vital ke bagian bokong P.

"Menurut pengakuan korban, pelaku telah menggesekkan alat kelaminnya ke korban sudah sejak dari stasiun Tanah Abang hingga ke Buaran," kata Naufal, Jumat (21/10).

Dikarenakan korban merasa risih mengenai hal itu, akhirnya melaporkan langsung kejadian ini ke Satpam yang sedang bertugas di Stasiun Buaran.

Baca juga: Komnas HAM Getol Angkat Isu Pelecehan Putri Chandrawathi, Keluarga Brigadir J: Tunjukkan Buktinya!

Seusai berdiskusi lebih kurang tiga menit, Satpam tersebut kemudian mengamankan HS ke ruangan kepala stasiun untuk di interogasi.

Seusai lebih kurang 10 menit, tim Buser dari Polsek Duren Sawit kemudian datang ke lokasi untuk lakukan tindakan lanjutan.

"Sesudah itu, kasus ini kita infokan ke Polisi untuk ditindaklanjuti," imbuh Naufal.

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, saat ditanyakan awak media, HS mengaku tidak bisa berbahasa Indonesia secara aktif, dan juga tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia.

Tidak hanya itu, HS yang ditemui saat oleh awak media itu juga membantah mengikuti korban dari Stasiun Tanah Abang, sebab ia mengaku tujuannya menaiki kereta ialah dengan keperluan mencari apartemen, untuk ia beristirahat.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved