Deportasi

Imigrasi Bandara Soetta Deportasi dan Cekal Pasangan WNA yang Acungkan Jari Tengah

Imigrasi Bandara Soetta bertindak tegas pada pasangan WNA yang melecehkan dan menghina petugas, dengan mendeportasi dan mencekal.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Valentino Verry
warta kota/gilbert sem sandro
Imigrasi Bandara Soetta akhirnya mendeportasi pasangan WNA beserta anak mereka dari bumi Indonesia setelah melecehkan dan menghina petugas imigrasi, Jumat (21/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, mendeportasi pasangan Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang dan Australia, Jumat (21/10/2022).

Pasangan WNA yang dideportasi tersebut ialah Maziar Darvishi (Australia) dan Megumi Tadatsu (Jepang).

Mereka dideportasi, lantaran melakukan tindak kekerasan terhadap petugas imigrasi dengan melempar sebuah amplop berwarna cokelat dan melakukan pelecehan, yakni mengacungkan jari tengah.

Hal tersebut terjadi di Terminal 3 Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (17/10/2022), sekitar pukul 19.35 WIB.

Saat itu, Maziar dan Megumi hendak melakukan penerbangan menuju Australia bersama dua anaknya.

Namun, saat menjalani pemeriksaan dokumen keimigrasian, empat WNA itu diketahui telah overstay atau melanggar izin tinggal karena melebihi batas akhir visa di suatu negara selama dua hari.

Sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, saat WNA telah overstay maka mereka harus membayar beban biaya tambahan atau denda.

Baca juga: Pengadilan Malaysia Batalkan Deportasi Pengungsi Myanmar

Akan tetapi Maziar menolak untuk membayar beban biaya overstay sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.

WNA tersebut pun marah dan mengamuk, hingga melakukan tindakan yang menghina petugas Imigrasi Bandara Soetta.

Atas insiden itu, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta memberikan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa pendeportasian dan memasukkan nama yang bersangkutan dalam daftar tangkal. 

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto mengatakan, para WNA tersebut dideportasi berdasarkan hasil koordinasi dan mediasi dengan Kedutaan Besar Australia dan Jepang di Indonesia, Kementerian Luar Negeri, hingga Kepolisian.

Baca juga: Catatan Akhir Tahun, Kantor Imigrasi Kelas I Jaksel Deportasi 94 WNA dan Adili 3 WNA Sepanjang 2020

"Mempertimbangkan rasa kemanusiaan bahwa yang bersangkutan membawa dua anak balita, mengakui kesalahan dan telah menyampaikan permintaan maaf terhadap petugas imigrasi, serta Direktorat Jenderal Imigrasi, kami memaafkan tindakan WNA itu dan tidak melanjutkan permasalahan ini ke jalur hukum," ucapnya.

"Keduanya juga sudah mengaku salah dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali," kata Muhammad Tito Andrianto.

Empat WNA tersebut dideportasi melalui Terminal 3 Keberangkatan Internasional, Bandara Soekarno-Hatta, dengan menggunakan pesawat Qantas Airways menuju Melbourne melalui Sydney pada pukul 20.10 WIB.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved