Sabtu, 11 April 2026

Berita Video

VIDEO Sidang Perdana Kematian Brigadir J, Berikut Rangkuman Peran Ferdy Sambo

Terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo cs menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Miftahul Munir

WARTAKOTALIVE.COM, PASAR MIGGU - Terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo cs menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (17/10/2022) kemarin.

Jaksa penuntut umum (JPU) membacakan dakwaan terhadap Ferdy Sambo cs dimulai pukul 09.00 WIB.

JPU membacakan dakwaan peran dari masing-masing terdakwa pembunuh Brigadir Yosua alias J di Kompleks Polri Duren Tiga, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Lalu apa saja peran dari Ferdy Sambo sebelum, sesaat dan sesudah peristiwa pebembakan di rumah dinas Kompleks Duren Tiga?

Berikut Wartakotalive.com rangkum.

Pertama, Ferdy Sambo mendapat telepon dari istirnya Putri Candrawathi pada Jumat (8/7/2022) terkait kelakuan Brigadir J yang masuk ke kamar pribadi.

Pukul 15.24 WIB, Ferdy Sambo tiba di rumah pribadi Saguling 3 no.29, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dari kantornya Mabes Polri dengan wajah yang sudah marah usai mendapat kabar perbuatan tidak senonoh Brigador J.

Menggunakan Lift, Ferdy Sambo menuju ke kamar pribadinya sembari menunggu kedatangan Putri dari Magelang, Jawa Tengah.

Sekira pukul 15.45 WIB, Ferdy Sambo bertemu istrinya dan menceritakan bahwa Brigadir J sudah melecehkan, hal ini menyulukan emosi tanpa mencari tahu fakta sebenarnya.

Kedua, Ferdy Sambo memanggil ajudannya Ricky Rizal melalui HT untuk menanyaka apa yag terjadi, tapi ajudan tersebut mengaku tidak tahu soal peristiwa Magelang.

Akhirnya Ferdy Sambo bertanya apakah Ricky berani menembak Brigadir J, karena tidak berani akhirnya Ferdy Sambo meminta dibackup jika melawan saat hendak dieksekusi.

Ketiga, Ferdy Sambo memanggil Richard Eliezer unuk bertanya hal serupa, polisi pangkat rendah itu menyatakan siap dan diserahkan peluru 9mm agar menambah amunisi di senjata apinya.

Keempat, Ferdy Sambo jadi dalang perencanaan pembunuhan Brigadir J didengat oleh Putri Candrawathi dan ak lama setelah itu rombongan terdakwa berangkat ke Duren Tiga.

Putri sempat mengajak Kuat Ma'ruf ke rumah dinas dan mengendarai mobil Lexus hitam.

Kelima, Sejata Api milik korban yang dipegang Ferdy sempat terjatuh dan saat itu ajudan bernama Adzan Romer hendak mengambil tapi dilarang bosnya yang sudah kenakan sarung tangan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved