Imbas dari Ferdy Sambo, Kanjuruhan dan Teddy Minahasa, Bangsa Ini Harus Diruwat
Bangsa Indonesia dinilai harus diruwat setelah serangkaian peristiwa seperti kasus Ferdy Sambo, tragedi Kanjuruhan hingga penangkapan Teddy Minahasa.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penangkapan terhadap Irjen Teddy Minahasa terkait atas dugaan menjual sebagian barang bukti sitaan kasus narkoba membuat banyak pihak menjadi tercenung dan prihatin.
Bukannya tanpa sebab hal itu terjadi, lantaran sebelumnya terjadi kasus pembunuhan yang menyeret nama Ferdy Sambo yang merupakan eks Kadiv Propam Polri.
Ditambah lagi peristiwa Tragedi Kanjuruhan yang menempatkan aparat keamanan menjadi sorotan karena penggunaan gas air mata hingga membuat ratusan suporter meninggal.
Baca juga: Tiga Tahanan Polsek Jatiasih yang Kabur Sudah Ditangkap Polisi, Empat Masih Dikejar
Menanggapi rentenan peristiwa tersebut, Sekjen Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) Raharja Waluya Jati mengimbau kepada semua pihak untuk tidak saling menyalahkan.
"Ada baiknya rangkaian peristiwa kelam tersebut menjadi batu pijak bagi bangsa untuk melakukan refleksi yang dalam, sedalam-dalamnya," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/10/2022).
Menurut Jati, ada pelajaran berharga yang bisa dipetik dari rangkaian peristiwa kelam tersebut juga diharapkan berguna untuk menata hidup bersama sebagai bangsa.
Baca juga: Ada Acara Perpisahan Anies Baswedan, Dishub Lakukan Pengalihan Arus Lalu Lintas
"Jika merujuk pada tradisi, setelah terjadinya momen-momen kelam tersebut, bangsa Indonesia mungkin perlu 'meruwat' dirinya," ucap Jati.
'Ruwatan' yang diusulkan itu menjadi semacam prosesi untuk membuang memori buruk secara kolektif agar bangsa Indonesia bisa lebih fokus menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
SKI sebagai organisasi masyarakat, kata Jati, memaknai rangkaian peristiwa kelam tersebut sebagai peringatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, supaya bangsa Indonesia mawas diri.
Jati menjelaskan, mawas diri berarti memeriksa dengan seksama perilaku atau tindak tanduk bangsa. Ujung dari tindakan mawas diri adalah merumuskan eksistensi manusia Indonesia.
"Sikap mawas diri, selalu menjaga nilai-nilai kepatutan serta keteladanan perilaku, merupakan sikap dan tindakan yang dibutuhkan bangsa ke depan," tuturnya.
Menurut Jati, rangkaian peristiwa kelam yang melibatkan nama besar dari lembaga penting itu melampaui dimensi hukum, ekonomi dan politik. Ia pun berharap agar kejadian ini tak terulang lagi.
"Dalam menghadapi situasi krisis yang berat, kita harus mampu menyelesaikan persoalan masa lalu dan kita juga harus bersatu dan bahu membahu," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kapolri-Jelaskan-Hasil-Tes-Urine-Teddy-Minahasa.jpg)