Selasa, 14 April 2026

Pendidikan

Wisuda Institut STIAMI, Pesan Wamenaker untuk Wisudawan: Lengkapi dengan Kompetensi Digital

Pesan Wamenaker untuk wisudawan, Lengkapi dengan kompetensi digital. Hal itu disampaikan dalam wisuda Institut STIAMI.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Wisuda Institut STIAMI, Pesan Wamenaker untuk Wisudawan: Lengkapi dengan Kompetensi Digital 

Itu sebab dibutuhkan kolaborasi antar instansi antar lembaga.

Hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah III Dr Ir Paristiyanti Nurwardani, Ketua Pembina Yayasan Ilomata Prof Safri Nurmantu, Pendiri Yayasan Ilomata Dr HM Syahrial Yusuf, Ketua Pengurus Yayasan Ilomata Drs Amrullah Satoto, Rektor Institut STIAMI Prof Dr Ir Wahyuddin Latunreng dan Ketua Senat Akademik Institut STIAMI Prof Dr Muhammad Mulyadi.

Laboratorium Pelatihan BLK Digitalisasi

Afriansyah Noor menyatakan bahwa Kemenaker telah membuat laboratorium untuk pelatihan BLK di bidang digitalisasi dalam bentuk paket bantuan pelatihan dengan durasi pelatihan 200 jam atau selama 3 bulan yang bisa diikuti oleh siapa saja. Program tersebut semua didanai oleh pemerintah melalui Kemenaker.

Ia juga mengimbau kampus-kampus untuk menyiapkan lulusan menjadi tenaga kerja yang benar-benar siap pakai, tidak hanya matang diteori tetapi juga benar-benar menguasai skill atau ketrampilan kerja.

Dengan demikian, tingkat penerimaan tenaga kerja Indonesia pada 39 negara di dunia dapat ditingkatkan terus.

Baca juga: 1.557 Mahasiswa Institut STIAMI Diwisuda, Ada yang Diwisuda Secara Drive Thru, Ini Kata Sandiaga Uno

Selain kompetensi digital, Wamenaker juga mengingatkan pentingnya kompetensi bahasa asing. Dalam beberapa laporan menyebutkan bahwa ada banyak kesempatan kerja di luar negeri yang tidak bisa dimanfaatkan oleh tenaga kerja Indonesia akibat terkendala bahasa.

“Salah satunya adalah ketika Hyundai membutuhkan 500 ribu tenaga pengelasan, ternyata serapannya hanya 75 orang akibat terkendala bahasa,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan Wamenaker, Ketua LLDIKTI III Paristiyanti menyampaikan dukungannya terhadap program pelatihan kompetensi digital yang dilakukan Kemenaker melalui program BLK 200 jam.

Baginya ini merupakan dukungan strategis bagi upaya pemerintah melahirkan 9 juta talenta digital hingga tahun 2035.

Untuk mendukung percepatan lahirnya jutaan talenta digital tersebut, LLDIKTI wilayah III diakui Paristiyanti telah mencanangkan 5000 talenta digital setiap tahunnya melalui kegiatan bela negara.

“Jadi bela negara pada era digital bentuknya tidak harus angkat senjata tetapi bisa berupa ketrampilan dibidang komputer atau digital,” tegasnya.

Selain itu untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja melalui talenta bahasa lulusan perguruan tinggi, LLDIKTI wilayah III juga sedang menyiapkan KKN tematik internasional dalam bidang bahasa.

Tercatat ada 5 perguruan tinggi yang siap berkolaborasi dalam program yang akan dimulai Februari 2023.

Adapun Bahasa asing yang masuk dalam program KKN tematik internasional tersebut adalah Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Korea dan Bahasa Jepang.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved