Rusuh Arema Persebaya

Suporter Bakal Revolusi Jika TGIPF Tidak Adil Saat Keluarkan Hasil Investigasi Kerusuhan Kanjuruhan

Suporter sepak bola mendatangi Kemenkopolhukam, karena berharap kerusuhan di Stadion Kanjuruhan bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Sigit Nugroho
Kompas Tv
Pentolan Bonek Andi Peci sambangi Kemenkopolhukam usai terkait kerusuhan Kanjuruhan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 131 orang meninggal dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Terkait insiden itu, pentolan Bonek, suporter Persebaya Surabaya, Andi Peci mengungkit soal revolusi sepak bola di Tanah Air.

Andi Peci berjanji seluruh suporter sepak bola Indonesia akan melakukan revolusi apabila hasil keputusan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tidak melakukan adil dalam mengeluarkan keputusan hasil investigasi tragedi Kanjuruhan. 

Hal itu diungkapkan pentolan Bonek bersama suporter bola lainnya yang mendatangi Kemenkopolhukam pada Kamis (6/10/2022). 

Baca juga: Bonek Ancam Revolusi Apabila Hasil TGIPF Kanjuruhan Tidak Adil

Baca juga: Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan, Jenderal Dudung Diminta Tindak Oknum TNI yang Tendang Aremania

Baca juga: Pemandangan Mengerikan di Pintu Tribune 13 saat Tragedi Kanjuruhan, Lokasi Hilangnya Ratusan Nyawa

Andi Peci mengungkapkan alasannya mendatangi Kemenkopolhukam bersama dengan para suporter bola lainnya.

Menurut Andi Peci, para suporter bola seluruh Indonesia berharap agar persoalan Kanjuruhan bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya. 

Kedua, suporter bola menyampaikan tuntutan pokok terkait apa yang harus dilakukan TGIPF dalam pengusutan kasus tragedi Kanjuruhan. 

Andi Peci berharap, hasil dari investigasi TGIPF merupakan hasil yang adil dan terang benderang terkait siapa yang bertanggungjawab, hukuman, dan keputusan. 

BERITA VIDEO: Guyon Mendiang Korban Kanjuruhan Ingin Undang Jokowi di Pesta Pernikahan

Para suporter sepak bola Indonesia juga berharap ada hasil evaluasi dari TGIPF untuk membenahi sepak bola nasional agar tragedi Kanjuruhan tidak terulang. 

Ada 40 perwakilan suporter klub sepak bola Indonesia yang menyambangi Kemenkopolhukam pada Kamis sore. 

Diketahui sebelumnya, Menkopolhukam membentuk TGIPF pengusutan kasus tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. 

Isi dari TGIPF tersebut diketuai Mahfud MD dan Wakil Ketua Menpora Zainudin Amali.

Sementara, 10 anggota lainnya terdiri dari profesional non pemerintah mulai dari mantan pimpinan KPK, mantan Wakapolda, hingga jurnalis senior. 

Tim TGIPF itu diharapkan bisa profesional dalam mengungkap kasus tragedi sepak bola terbesar ketiga di dunia tersebut. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved