Rusuh Arema Persebaya

Bonek Ancam Revolusi Apabila Hasil TGIPF Kanjuruhan Tidak Adil

Pentolan suporter Persebaya Surabaya yang disebut Bonek, Andi Peci mengungkit soal revolusi sepak bola usai Tragedi Kanjuruhan. 

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Kompas Tv
Pentolan Bonek Andi Peci sambangi Kemenkopolhukam usai terkait kerusuhan Kanjuruhan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pentolan suporter Persebaya Surabaya yang disebut Bonek, Andi Peci mengungkit soal revolusi sepak bola usai Tragedi Kanjuruhan. 

Andi Peci berjanji seluruh suporter sepak bola Indonesia akan melakukan revolusi apabila hasil keputusan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF tidak melakukan adil dalam mengeluarkan keputusan hasil investigasi tragedi Kanjuruhan. 

Hal itu diungkapkan pentolan Bonek bersama suporter bola lainnya yang mendatangi Kemenkopolhukam pada Kamis (6/10/2022). 

Andi Peci mengungkapkan alasannya mendatangi Kemenkopolhukam bersama dengan para suporter bola lainnya pada Kamis sore. 

Kata Andi Peci, para suporter bola seluruh Indonesia berharap agar persoalan Kanjuruhan bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya. 

Kedua, suporter bola menyampaikan tuntutan pokok terkait apa yang harus dilakukan TGIPF dalam pengusutan kasus tragedi Kanjuruhan. 

Baca juga: Dipimpin Mahfud MD, Ini yang Dibahas dalam Rapat Perdana TGIPF Tragedi Stadion Kanjuruhan

Andi Peci berharap hasil dari investigasi TGIPF merupakan hasil yang adil dan terang benderang terkait siapa yang bertanggungjawab, hukuman, dan keputusan. 

Para suporter sepak bola Indonesia juga berharap ada hasil evaluasi dari TGIPF untuk membenahi sepak bola nasional agar tragedi Kanjuruhan tidak terulang. 

Ada 40 perwakilan suporter klub sepak bola Indonesia yang menyambangi Kemenkopolhukam pada Kamis sore. 

Diketahui sebelumnya, Menkopolhukam membentuk TGIPF pengusutan kasus tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. 

Isi dari TGIPF tersebut diketuai Mahfud MD dan Wakil Ketua Menpora Zainudin Amali. Sementara 10 anggota lainnya terdiri dari profesional non pemerintah mulai dari mantan pimpinan KPK, mantan Wakapolda, hingga jurnalis senior. 

Tim TGIPF ini diharapkan bisa profesional dalam mengungkap kasus tragedi sepak bola terbesar ketiga di dunia tersebut. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved