Rusuh Arema Persebaya

30 Tahun Bersiteru, Air Mata Bonek Akhirnya Jatuh untuk Aremania Dalam Tragedi Kanjuruhan

Lebih dari 30 tahun bersiteru, air mata bonek akhirnya jatuh untuk Aremania.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Youtube SPECIALS ID35
Bonek perempuan atau Bonita menangis untuk Aremania dalam tragedi Kanjuruhan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lebih dari 30 tahun bersiteru, air mata bonek akhirnya jatuh untuk Aremania. Ribuan bonek terhanyut dalam duka Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan Aremania

Video ribuan bonek yang hanyut dalam duka dibagikan akun Youtube SPECIALS ID35 pada Selasa (4/10/2022). 

Dalam video yang dibagikan, ribuan bonek memegang lilin yang menandakan rasa duka mendalam atas Tragedi Kanjuruhan yang terjadi saat pertandingan sengit Arema FC Vs Persebaya Surabaya. 

Secara bersamaan, di bawah Tugu Pahlawan di Surabaya, ribuan bonek menyanyikan lagu milik Endak Soekamti berjudul “Sampai Jumpa”. 

Lirik bersajak “Hari ini satu temanku pergi, Pergi jauh takkan pernah kembali, Sekeras apapun menangis, Takkan merubah yang telah terjadi,” menjadi isi hati terdalam ribuan bonek dalam tragedi yang menewaskan 130 Aremania

Air mata seorang suporter Persebaya Surabaya wanita yang kerap dipanggil Bonita pun jatuh saat ribuan orang menyanyikan lagu Sampai Jumpa untuk rival Bonek tersebut. 

Wanita berkaus bertuliskan Persebaya dan menggendong anak itu mengelus pipinya yang dipenuhi air mata. 

Sejumlah aparat kepolisian juga terlihat ikut menendangkan lagu Sampai Jumpa untuk tragedi Kanjuruhan. 

Mimik wajah para bonek itu menggambarkan, bahwa rivalitas selama 30 tahun lamanya tidak ada artinya dengan 132 nyawa yang melayang di tengah pertandingan sepak bola. 

Baca juga: Hormati Korban Tragedi Kanjuruhan, Bonek dan Aremania Nyatakan Damai 

Diketahui sebelumnya 132 orang dinyatakan meninggal di tengah pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 

Korban yang mayoritas Aremania itu meninggal dunia setelah terjepit dan terinjak-injak saat hendak mau keluar dari Stadion Kanjuruhan yang dipenuhi dengan gas air mata. 

Penembakan gas air mata diawali dari sejumlah oknum Aremania yang turun ke lapangan usai kekalahan Arema FC 2-3 atas Persebaya Surabaya. 

Konflik antara pihak aparat kepolisian dan oknum Aremania pun tidak terhindarkan hingga 3.000 suporter bola turun ke tengah lapangan. 

Di akun twitter resmi Persebaya Surabaya, tim sepak bola dari Surabaya itupun berniat mengibarkan bendera putih tanda menyudahi konflik di antara dua komunitas pendukung klub Liga 1 tersebut.

“Nawaitu-nya sama, untuk mengakhiri segala permusuhan, dan mengawali serta membina hubungan yang lebih baik ke depannya,” bebernya. 

Niat Persebaya disambut baik oleh Aremania. Kata pihak Persebaya, akan segera melakukan pertemuan antara Bonek dan Aremania serta manajamen Persebaya dan Arema untuk membahas perdamaian tersebut. 

Diharapkan dari pertemuan itu bisa mewujudkan program-program dan kegiatan yang konkret untuk mengakhiri rivalitas sengit yang berlangsung selama 30 tahun lamanya. 

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved