Rusuh Arema Persebaya

Jakmania Sikapi Rusuh Arema Persebaya, Aditya Rinaldy: Rivalitas 90 Menit, Sisanya Kita Bersaudara

The Jakmania prihatin melihat rusuh Arema Persebaya. Mereka sangat terpukul, dan tak ingin mengikuti jejak Aremania yang beringas.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Valentino Verry
warta kota/m rifqi ibnu masy
Ketua Sub Korwil The Jakmania Sunter Aditya Rinaldy berharap tidak ada lagi kerusuhan dalam sepak bola. Dia ingin suporter untuk damai dan tak cari ribut. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tragedi maut Kanjuruhan membawa duka mendalam bagi sepakbola tanah air, tak hanya bagi suporter Arema FC melainkan juga masyarakat Indonesia.

Itulah yang dirasakan pendukung klub ibu kota Persija Jakarta.

Dengan diiringi nyala lilin dan taburan bunga, mereka berdoa di depan Jakarta International Stadium atau JIS.

The Jakmania sebutan pendukung klub Persija Jakarta itu penuh haru menyanyikan lagu Sampai Jumpa milik Endank Soekamti.

Ketua Sub Korwil The Jakmania Sunter Aditya Rinaldy menyebut, pada dasarnya semua suporter sepakbola ingin menghadiri pertandingan dengan nyaman.

"Sebenarnya kita pengin nonton sepakbola tuh nyaman, ngajak keluarga, ngajak anak bini. Tapi ya dari segi keamanan harus lebih diperhatikan," kata Rinaldy, Minggu (2/10/2022) malam.

Bagi Rinaldy, semua suporter sepakbola Indonesia pada dasarnya adalah saudara dan rivalitas hanya ada di lapangan dalam kurun waktu 90 menit saja.

Baca juga: Kapolri Janji Tuntaskan Rusuh Arema Persebaya, tak Mau Tragedi Kemanusiaan Terulang

"Rivalitas boleh, cuman hanya 90 menit, selebihnya kita bersaudara," ungkapnya.

"Kaget lah, nggak nyangka, kalo di Liga Indonesia masalah rivalitas selama ini kan hanya satu dua, tapi ini kan ratusan. Syok juga dengernya, kaget," sambungnya.

Rinaldy juga berharap, kericuhan pada laga Persebaya versus Arema FC pada Sabtu (1/10/2022) lalu jangan sampai terulang lagi.

Baca juga: Wayne Rooney dan Sergio Ramos Terkejut Dengar Rusuh Arema Persebaya Makan Korban Jiwa Terbanyak

Terlebih, laga yang mempertemukan derby Jawa Timur tersebut telah merenggut ratusan nyawa.

"Harapan kita jangan sampai ada nyawa lagi lah yang melayang. Udah lah, pertikaian ini sudah lah berakhir," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved