Breaking News:

Program JKN Temani Pengobatan Diabetes Melitus dan Strok Suami Ida Selama 8 Tahun

Ida bersyukur pengobatan diabetes melitus dan strok selama 8 tahun yang dialami suaminya ditanggung seluruhnya oleh BPJS Kesehatan berkat JKN-KIS.

istimewa
Ida bersyukur dengan mengikuti Program Jaminan Kesehatan (JKN), seluruh pengobatan diabetes melitus (DM) dan strok yang dialami suaminya selama 8 tahun ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA – Memiliki tubuh yang sehat adalah dambaan bagi setiap orang. Harapan yang sama bagi Ida (56), sapaan akrabnya, berharap ia dan keluarganya senantiasa ingin selalu sehat.

Namun, kondisi sang suami yang didiagnosis diabetes melitus (DM) dan strok 8 tahun silam yang mengharuskan Ida berlapang dada untuk mendampinginya selama proses pengobatan.

Sejak tahun 2014 hingga kini, Ida dan keluarga sangat mengandalkan peran Program Jaminan Kesehatan (JKN) untuk membiayai pengobatan sang suami.

Ida mengungkapkan betapa Program JKN sangat berarti bagi keluarganya selama 8 tahun terakhir ini.

Tak hanya sang suami yang menjalani pengobatan, anaknya pun yang berusia 15 tahun tengah menjalani perawatan untuk mengobati keluhan di bagian matanya.

Saat ini, keluarga Ida terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dengan hak kelas rawat kelas II.

“Setelah suami saya didiagnosis DM dan dirujuk ke Siloam Hospitals Lippo Village untuk selanjutnya dilakukan perawatan intensif. Meski telah menjalani pengobatan, gula darah suami saya masih belum terkontrol hingga membuat kondisinya memburuk,” ujar Ida.

Ida kembali bercerita, bahwa kondisi suaminya saat itu mulai timbul luka pada anggota tubuhnya yang susah sembuh, lama kelamaan lukanya semakin parah.

Berdasarkan pemerikasaan, disarankan oleh dokter untuk segera dilakukan amputasi pada kakinya. Terhitung sampai saat ini sudah menjalani 4 kali operasi.

“Kondisi DM juga mengakibatkan tekanan darahnya naik tidak terkontrol hingga menyebabkan strok,” ungkapnya.

Ida juga menyadari bahwa pengobatan suaminya selama 8 tahun terakhir akan menguras tabungannya apabila tanpa adanya bantuan pembiayaan melalui Program JKN.

Pasca operasi amputasi dan strok mengharuskan sang suami untuk selalu kontrol rutin dan mengonsumsi obat-obatan.

Ida sangat bersyukur karena Program JKN telah membantu keluarganya dari biaya pengobatan yang besar dan menanggung seluruhnya sesuai indikasi medis.

“Pelayanan kesehatan untuk suami saya terpenuhi sesuai dengan indikasi medisnya. Suami saya rutin kontrol untuk diberikan suntik insulin dan berbagai macam obat-obatan, semuanya tanpa biaya sedikitpun dan telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya.

“Pasien DM itu wajib menjalani pengobatan jangka panjang, tidak terbayang berapa biaya yang harus kami keluarkan kalau membayar pribadi. Tanpa Program JKN sampai kami menjual rumah pun tidak akan cukup menutup seluruh biaya pengobatan, kami sangat bersyukur sekali,” ungkap Ida.

Iuran yang sebelumnya ditanggung oleh perusahaan, kini setelah pensiun Ida tetap menjalani kewajiban untuk membayar iurannya secara mandiri. Ida menyadari bahwa ia dan keluarga telah menerima hak-haknya sebagai peserta JKN, sebagai wujud apresiasi dan dukungan terhadap Program JKN, Ida menjalani seluruh kewajiban sebagai peserta JKN. Ida berharap Program JKN terus hadir untuk menolong keluarganya dan seluruh masyarakat.

“Kami sangat mengucap syukur selama 8 tahun pengobatan suami saya tidak ada biaya sepeserpun yang kami keluarkan. Semuanya gratis sampai saat ini kondisi suami saya sudah cukup stabil. Harapannya, BPJS Kesehatan terus berinovasi agar Program JKN tetap ada untuk membantu keluarga seperti kami, pelayanan kesehatannya semakin meningkat hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Ida.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved