Pemilu 2024

Kampanye Pemilu 2024 Cuma 75 Hari, KPU Berharap Polarisasi di Masyarakat Tak Berlangsung Lama

Dengan masa kampanye yang singkat, diharapkan polarisasi di masyarakat tak berangsur lama.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
KPU bersama pemerintah dan DPR memutuskan masa kampanye Pemilu Serentak 2024 hanya selama 75 hari. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pemilu 2019 menciptakan polarisasi tajam di tengah masyarakat.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Holik mengatakan, berdasarkan opini para ahli politik, lanskap politik elektoral Indonesia masih pada kondisi politik pasca-kebenaran alias post truth.

Post truth bermakna fakta objektif tidak dianggap terlalu penting dalam membentuk opini. Hal yang dianggap penting adalah emosi, perasaan, dan keyakinan masing-masing individu.

Hal ini membuat kondisi kampanye pada negara yang mengalami politik pasca-kebenaran, masih memicu terjadinya polarisasi di tengah para pemilih.

"Menurut para ahli ilmu politik, bahwa lanskap politik elektoral Indonesia masih dalam lanskap politik pasca-kebenaran atau post truth."

"Di berbagai negara yang mengalami politik pasca-kebenaran, pasti kondisi kampanyenya itu memicu terjadinya polarisasi di tengah pemilih."

Baca juga: JPU Kebut Surat Dakwaan Agar Perkara Ferdy Sambo Cs Bisa Dilimpahkan ke Pengadilan Pekan Depan

"Dan bagaimana yang kita ketahui saat pelaksanaan kampanye pemilu serentak 2019 yang lalu, berdasarkan riset ditemukan polarisasi yang tajam. Riset ini dipublikasikan oleh lembaga-lembaga terkenal di Indonesia," kata Idham kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Berkenaan dengan itu dan sebagai upaya meminimalisir serta tak membuat polarisasi berkepanjangan, KPU bersama pemerintah dan DPR memutuskan masa kampanye Pemilu Serentak 2024 hanya selama 75 hari.

Dengan masa kampanye yang singkat, diharapkan polarisasi di masyarakat tak berlangsung lama. KPU juga akan menggalakkan sosialisasi, edukasi, dan literasi politik terkait kepemiluan.

"Dengan masa kampanye yang singkat, kami berharap polarisasi itu tidak berlangsung lama. Andaipun ketika itu terjadi," ucap Idham. (Danang Triatmojo)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved