Berita Nasional

Komnas HAM Bertemu dengan Perwakilan dari Papua, Bahas Gubernur Lucas Enembe dan Mutilasi

Komnas HAM bertemua dengan DPRD Papua dan Kolasi Rakyat Papua untuk kasus mutilasi warga sipil oleh 6 oknum prajurit TNI AD

Wartakotalive/Alfian Firmansyah
Konfersensi Pers di Komnas ham RI bersama perwakilan Papua kelanjutan warga sipil dimutilasi anggota TNI AD, Senin (26/9/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM RI) lakukan pertemuan dengan DPRD Papua dan Koalisi Rakyat Papua, terkait isu yang sedang besar di Papua.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menjelaskan,ada beberapa hal yang disampaikan, untuk ditindak lebih lanjut. 

Pertama, mengenai tindak kasus mutilasi oleh 6 oknum prajurit TNI AD terhadap  4 warga sipil di Kabupaten Mimika, Papua.

"Kedua, kasus dugaan penyiksaan di Kampung Mememu, Distrik Edera, Kabupaten Mappi, Papua Selatan," tutur Ahmad Taufan, di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2022).

Ketiga, permintaan terhadap tokoh masyarakat Papua, atas hak-hak kemanusian dari Gubernur Papua Lukas Enembe, yang sedang dalam proses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Jasad 4 Korban Mutilasi oleh Oknum TNI AD di Timika, Saat ini Belum Ditemukan Utuh

"Tiga hal yang disampaikan kepada kami, kami juga berdiskusi cukup panjang, terdapat tiga kerangka besar yang disampaikan oleh Komnas ham," ucap Komnas HAM

Pihak Komnas HAM menyampaikan, dengan pihak yang berkaitan di Papua dilakukan dialog secara damai. 

"Sebagaimana yang sering kami sampaikan disini, inilah satu-satunya jalan, khususnya rakyat papua supaya bisa menikmati perasaan aman dan nyaman, tentu saja lebih jauh dengan jalan damai," ujar Ahmad Taufan. 

Ahmad Taufan menjelaskan, ada hal yang tidak kalah penting terkait berdialog damai, karena untuk mencegah terjadinya peristiwa kekerasan yang berulang di Papua

"Terkait kasus lukas, komans ham menyampaikan satu pesan kuat, bahwa tentu saja kami sebagai lembaga negara di bidang hak asasi manusia, harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan," ucap Ahmad Taufan. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved