Bakal jadi Permukiman, Ternyata Hanya Ada Gubuk dan Tumpukan Sampah di Pulau G

Area reklamasi Pulau G yang disebut bakal jadi permukiman, kondisinya tidak lebih baik terbukti saat ini hanya terdapat gubuk dan tumpukan sampah.

Warta Kota/Yulianto
Penampakan gubuk terpal berwarna biru yang ditempati penjaga Pulau G, Senin (26/9/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, PENJARINGAN - Area reklamasi Pulau G resmi ditetapkan sebagai pemukiman melalui Pergub DKI Nomor 31 Tahun 2022 tentang tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Provinsi DKI Jakarta.

Namun hingga hari ini, Senin (26/9/2022), belum terlihat adanya proses pembangunan di area reklamasi wilayah Penjaringan, Jakarta Utara tersebut.

Dari pantauan Warta Kota, area Pulau G terlihat terbengkalai dan hanya ditumbuhi semak belukar setinggi pusar orang dewasa.

Selain itu, area reklamasi tersebut juga dipenuhi sampah-sampah yang berserakan yang terbawa oleh gelombang laut.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Klaim Perluasan Daratan Beda Konsep dengan Reklamasi, Begini Reaksi PDIP

Dari jarak dekat, hanya nampak sebuah bangunan semi permanen berupa gubuk yang ditutupi terpal berwarna biru.

Di dalamnya, terlihat ada petugas keamanan berbadan tegap serta berbadan besar nampak sedang memantau sekeliling pulau.

Menurut pria berbaju hijau tersebut, pihaknya hingga saat ini ada belum menerima informasi dari kantor terkait pembangunan pemukiman di Pulau G.

"Ya kita kan yang jaga belum ada informasi dari kantor secara resmi," kata Pria yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga: Tanggapi Beda Arti Perluasan Daratan dan Reklamasi, Wagub DKI Ariza: Perdebatan Itu Biasa   

"Belum, belum. Ya (pulau G) untuk permukiman itu kan dari komandan kita belum ada informasi dari kantor secara resmi," sambungnya.

Bahkan, penjaga pulau tersebut mengaku baru mengetahui kebijakan Pulau G untuk pemukiman dari berita yang beredar di jejaring internet saja.

Menurut petugas keamanan, Pulau G dikelola oleh PT Muara Wisesa Samudra. Sedangkan kantornya itu belum memberikan pemberitahuan.

"Iya. Belum ada sama sekali. Tahunya dari berita online saja. Kita kan dari istilahnya sambil jaga juga, lihat-lihat informasi. Sekarang tinggal berapa, enggak sampai 1 hektar kayaknya. Paling cuman tinggal pasir doang," pungkasnya. (m38)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved