Polisi Tembak Polisi

Rosti Simanjuntak Sulit Melupakan Brigadir J, Dianggap Harta Paling Berharga

Rosti Simannuntak ibunda almarhum Brigadir J sulit melupaka kenangan putra kesayangannya. Dia sesali Brigadir J mati tak wajar.

Editor: Valentino Verry
Istimewa
Almrhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan Ibunda, Rosti Simanjuntak. Rosti kerap menangis saat mengenang putra kesayangannya itu. Rosti tak rela putranya itu mati secara tak wajar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rosti Simanjuntak, ibunda almarhum Brigadir Yosua (Brigadir J), kesulitan untuk melupakan putranya itu.

Padahal, sudah hampir tiga bulan Brigadir J meninggal akibat dibunuh oleh atasannya Irjen Ferdy Sambo.

Tiap kali membicarakan Brigadir J, Rosti pasti menangis dan sulit berhenti.

Hal ini membuat Rosti susah untuk beraktivitas, sebab dilindungi perasaan duka.

Rasa sedih itu semakin jadi Ketika Polri terkesan setengah hati mengungkap kasus polisi tembak polisi ini.

Pada sebuah wawancara terbaru yang dilansir dari Youtube Bonapasongit Studio, tampak kesedihan Rosti sangat mendalam.

Orang zaman sekarang menyebutnya tak bisa ‘move on’. Itulah yang dialami Rosti.

Dalam wawancara itu Rosti mengungkapkan masih tak percaya anak kesayangannya telah meninggal dunia dengan cara yang tak lazim di kediaman Ferdy Sambo.

Baca juga: Bantahan Kabareskrim Soal Ferdy Sambo Menikah Lagi, Dinilai Upaya Tutupi Motif Pembunuhan Brigadir J

Padahal, Brigadir J diibaratkan oleh Rosti Simanjuntak sebagai harta yang paling berharga di keluarganya.

Air mata Rosti Simanjuntak pun menetes saat membicarakan sosok Brigadir J.

Hal itu terlihat saat ia diwawancarai di sebuah kafe di Jambi, pada Sabtu (24/9/2022).

"Semenjak kecil, memang anak ini dititipkan Tuhan, merupakan harta yang berharga di keluarga kami, terlebih saya ibunya yang sudah melahirkan, membesarkan, mandiri mengajarinya," ungkap Rosti Simanjuntak .

Baca juga: Bikin Malu Institusi, Polri Tegaskan tak Ada Seremoni Pemecatan Ferdy Sambo

Rosti mengatakan Brigadir J adalah anaknya yang paling penurut.

Dalam keadaan apapun, Brigadir J tidak pernah mengeluh atau membantah ucapan sang ibu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved