Lingkungan Hidup

Kualitas Udara di Dalam Ruangan Sangat Penting, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Udara dalam ruangan yang tercemar membuat fisik seseorang menjadi sakit sehingga berdampak pada produktivitas.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Hironimus Rama
Dosen Teknik Lingkungan Universitas Trisakti Hernani Yulinawati (kedua dari kiri) dalam Fokus Group Discussion (FGD) di Hotel Ashley, Jakarta, pada Sabtu (24/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kualitas udara dalam ruangan (Indoor Air Quality (IAQ) sangat berdampak pada kesehatan dan produktivitas pekerja.

Pasalnya, udara dalam ruangan yang tercemar membuat fisik seseorang menjadi sakit sehingga berdampak pada produktivitas.

Hal itu diungkapkan Dosen Teknik Lingkungan Universitas Trisakti Hernani Yulinawati dalam Fokus Group Discussion (FGD) di Hotel Ashley, Jakarta, pada Sabtu (24/9/2022).

Dengan tema “Pengendalian Kualitas Udara Dalam Ruangan pada Ruang Publik”, FGD ini membahas isu pengendalian Kualitas Udara dalam Ruangan (Indoor Air Quality, IAQ) di Indonesia.

Baca juga: Minimnya Kesadaran Kebersihan lingkungan Jadi Salah Satu Faktor Kali Kabupaten Bekasi Penuh Sampah

"Sekitar 90 persen waktu kuta dihabiskan dalam ruangan, entah rumah, kantor atau pun kendaraan," ujar Hernani.

Oleh karena itu, lanjut dia, menjaga kualitas udara dalam ruangan sangat penting.

"Kualitas udara dalam ruangan sangat tergantung kualitas udara di luar ruangan. Hal ini disebabkan karena adanya infiltrasi udara dari luar ke dalam ruangan," ucap Hernani.

Untuk mengendalikan dampak IAQ ini, ada beberapa hal yang busa dilakukan.

Baca juga: Adanya Pandemi Covid-19 Bikin Smart City Universitas Indonesia Bahas Kualitas Udara dalam Ruangan

Pertama, perlu adanya pengukuran dan pemantauan secara kontinyu.

Kedua, dibutuhkan adanya peralatan terkait efisiensi energi gedung (bangunan hijau).

Ketiga, pengaturan alat pengendali kualitas udara seperti Air Conditioner, CO Detector, Air Purifier dan laun sebagainya perlu memperhatikan sistem yang terpusat dan terpisah.

"Untuk pemantauan IAQ saat ini, kita bisa menggunakan teknologi digital atau Internet of Things (IOT) sehingga bisa cepat dilakukan intervensi kalau terjadi pencemaran udara dalam ruangan," tandas Hernani.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved