Kabar 26 Juta Data Ditreskrimsus Bocor, Polda Metro: Aman

Untuk diketahui, puluhan juta data Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya diduga bocor.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021). Ia membantah adanya isu kebocoran 26 juta data di institusi mereka. Untuk diketahui, puluhan juta data Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya diduga bocor. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Polda Metro Jaya membantah adanya isu kebocoran 26 juta data di institusi mereka.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan. Untuk diketahui, puluhan juta data Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya diduga bocor.

Zulpan memastikan bahwa data-data tersebut tetap aman dan tidak bocor seperti yang dikabarkan.

"Intinya untuk server, data, aplikasi-aplikasi di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya serta sistem keamanan semuanya hingga saat ini aman," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Polri membantah kabar dugaan kebocoran 26 juta data anggota Kepolisian.

Puluhan juta data tersebut bahkan dikabarkan dijual di situs breached.to.

Baca juga: 26 Juta Data Polda Metro Jaya Dijual Hacker, Polri: Itu Data Usang Tahun 2016 Milik Polda Kalteng

"Belum terinformasi," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi pada Jumat (23/9/2022).

Terkait pengamanan data, Dedi menuturkan bahwa hal itu merupakan wewenang tim khusus (Timsus).

"Kalau pengamanan data itu Timsus," katanya.

Diketahui, dalam situs breached.to terdapat sebuah thread dengan judul '26M DATABASE NATIONAL POLICE IDENTITY OF INDONESIA REPUBLIC'.

Akun anonim bernama Meki mengunggah sebuah thread tersebut pada Rabu (21/9/2022) sekira pukul 21.49 WIB.

Baca juga: Cak Imin: Indonesia Darurat Teknologi Informasi, Begitu Mudahnya Data-data Kita Diobok-obok Hacker

Meki merupakan pembuat thread sekaligus penjual data anggota Polisi tersebut.

Dalam thread itu, terpampang pula logo Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

Meki mengatakan dokumen yang dirinya unggah berisi dokumen penting keanggotaan Polisi.
Data itu mencakup nama, pangkat/nomor register pokok (NRP), jabatan, dan nomor telepon.

"Berisi dokumen penting seluruh Kepolisian Negara Republik Indonesia, termasuk data kepesertaan kepolisian di seluruh Indonesia," tulis Meki dalam thread di laman forum breached.to.

Baca juga: VIDEO : Menko Polhukam Mahfud MD Sebut Data Milik Bjorka yang Disebar ke Publik Banyak yang Ngarang

Adapun Meki turut menjual data tersebut seharga USD 2K (2.000) atau sekira Rp30 juta.

"Polri telah menghabiskan banyak uang hanya untuk membangun server atau website sederhana (karena mereka tidak peduli dengan kerentanan pada website yang mereka kelola)," tulis Meki.

"Dan kali ini saya berniat untuk menjual data valid dan dokumen penting dengan harga yang terjangkau. Karena polisi di Indonesia tidak lagi di jalur yang benar, tapi sering mempersulit dan menjatuhkan orang miskin," lanjutnya. (m31)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved