Cacar Monyet

Pasien Pertama Cacar Monyet di Indonesia Sembuh Setelah Dua Minggu Isoman di Rumah

Sedangkan tiga orang kontak erat telah ditesting dan disurveilans, dan hasilnya negatif.

Istimewa
Pasien pertama monkeypox di Indonesia sudah sembuh dan beraktivitas seperti biasanya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pasien pertama monkeypox di Indonesia sudah sembuh dan beraktivitas seperti biasanya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril mengatakan, pasien tersebut telah selesai menjalani isolasi mandiri di rumah karena bergejala ringan, sejak dinyatakan positif pada 19 Agustus 2022.

"Lalu pada 4 September dinyatakan selesai isolasi, dan sekarang sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasanya,” ujar dr Syahril dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/8/2022).

Sedangkan tiga orang kontak erat telah ditesting dan disurveilans, dan hasilnya negatif.

“Hasilnya semuanya sehat, tidak ada konfirmasi positif atau bergejala monkeypox ” ucap dr Syahril.

Dalam memaksimalkan pemeriksaan, Kemenkes menambah jumlah laboratorium menjadi 15. Sebelumnya hanya ada dua laboratorium pemeriksaan monkeypox.

Baca juga: Modal Jadi Kepala Daerah Paling Murah Rp30 Miliar, KPK: Demokrasi Jadi Transaksi Bisnis

Semua laboratorium tersebar di sejumlah daerah, bukan hanya di Pulau Jawa, tapi juga ada di Sumatera hingga ke Ambon, Maluku.

Secara total laporan dugaan monkeypox di Indonesia ada 66 kasus, dan hanya ada satu kasus terkonfirmasi positif, dua kasus suspek, dan 63 kasus discarded.

“Ada 18 orang dengan kasus discarded memiliki diagnosis klinis cacar air atau varicella,” ungkap dr Syahril.

Baca juga: VAKSINASI Covid-19 16 September 2022: I: 204.283.621, II: 170.892.291, III: 62.405.814, IV: 536.734

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Robert Sinto SpPD mengatakan, meski tren kasus monkeypox di dunia menurun, ia meminta semua pihak tetap waspada.

“Sebetulnya hasil pemeriksaan monkeypox sejauh ini negatif, dan sejauh ini tren di dunia juga beberapa waktu terakhir ini cenderung menurun, tapi kita tetap harus waspada."

"Indonesia sudah meningkatkan kapasitas untuk bisa memeriksakan kasus monkeypox,” beber dr Sinto.

Baca juga: Jelaskan Beda BLT di Era SBY dan Jokowi, Adian Napitupulu: AHY Harus Belajar Berhitung Lagi

Achmad Farchanny Tri Adryanto MKM, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan menambahkan, pihaknya tengah melakukan penguatan-penguatan untuk sosialisasi kepada kelompok berisiko.

“Kemenkes melakukan penguatan untuk tata laksana bagi SDM kesehatan di klinik, rumah sakit, sampai menjangkau ke daerah-daerah."

"Kemudian untuk pedoman juga terus diperbaharui dengan bantuan IDI dan pihak-pihak terkait,” jelas dr Farhani. (Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved