Aksi Terorisme

Densus 88 Ciduk Delapan Teroris di Dumai, Diduga Pernah Terlibat Serang Mapolda Riau pada 2018

Kedelapan tersangka teroris jaringan Anshor Daulah Dumai itu diduga kelompok penyerang Polda Riau pada 2018 silam.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/BIAN HARNANSA
Densus 88 Antiteror Polri menciduk delapan tersangka teroris di Dumai, Riau, Rabu (14/9/2023) lalu. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri menciduk delapan tersangka teroris di Dumai, Riau, Rabu (14/9/2023) lalu.

Kedelapan tersangka teroris jaringan Anshor Daulah Dumai itu diduga kelompok penyerang Polda Riau pada 2018 silam.

Kedelapan tersangka teroris itu berinisial RP, JW, II, M, Z, MNS, ITZ, dan MA. Mereka ditangkap di tempat terpisah di Dumai, Riau.

Baca juga: AHY Bilang SBY Juga Banyak Bangun Infrastruktur, Jokowi Tinggal Gunting Pita

"Beberapa di antaranya merupakan sisa kelompok Pak Ngah (Penyerangan Polda Riau 2018)," ungkap Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Jumat (16/9/2022).

Aswin menuturkan, para tersangka juga pernah melakukan latihan militer dua kali di Bengkalis, Riau, pada 2020 lalu.

"Mereka melakukan idad latihan ala militer sebanyak dua kali di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada awal tahun 2020," beber Aswin.

Baca juga: Effendi Simbolon Tunjukkan Pesan WhatsApp yang Tak Dibalas Jenderal Dudung, Ada Love dan Merah Putih

Menurut Aswin, para tersangka juga telah melakukan survei tempat latihan militer di area perkebunan sawit di Bagan Keladi, Dumai Barat.

Salah satu tersangka berinisal RP, juga tergabung dalam grup telegram pengusaha lokal.

"RP merupakan Amir AD Dumai dan terhubung dalam grup telegram pengusaha lokal di bawah pimpinan Abu Yusha Jawa Tengah, dengan tujuan grup tersebut membentuk struktur tanzim agar terealisasi jihad fisabililah," terangnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved