Selasa, 19 Mei 2026

Pemprov DKI Jakarta Gandeng UI Terbitkan Buku Pemetaan Risiko Kebakaran dan e-RISPK

Disgulkarmat DKI Jakarta berkolaborasi dengan DRRC UI meluncurkan Buku Pedoman Pemetaan Risiko Kebakaran DKI Jakarta dan Sistem Informasi e-RISPK.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
Disgulkarmat DKI Jakarta berkolaborasi dengan Unit Kerja Khusus Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat DRRC UI dengan meluncurkan Buku Pedoman Pemetaan Risiko Kebakaran DKI Jakarta dan Sistem Informasi Rencana Induk Sistem Penanggulangan Kebakaran (e-RISPK). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Unit Kerja Khusus Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Disaster Risk Reduction Center (DRRC) Universitas Indonesia.

Kolaborasi itu diwujudkan dengan meluncurkan Buku Pedoman Pemetaan Risiko Kebakaran DKI Jakarta dan Sistem Informasi Rencana Induk Sistem Penanggulangan Kebakaran (e-RISPK).

Peluncuran buku pedoman dan sistem informasi tersebut merupakan hasil kerja sama Program Pemetaan Rawan Bencana Kebakaran di seluruh Wilayah Manajemen Kebakaran dan Penyelamatan (WMKP).

Acara seremonial peluncuran dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Ariza yang hadir mewakili Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan turut memberikan pengarahan kepada para Fire Safety Manager (FSM) di lingkungan Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Ariza menegaskan Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk senantiasa memberikan perlindungan bagi masyarakat DKI dari risiko kebakaran.

Baca juga: TGUPP DKI Jakarta Dipastikan Selesai Kontrak Bersama Pensiunnya Anies Baswedan dan Ariza

Karena itu, persoalan kebakaran di seluruh wilayah Jakarta memerlukan kerja sama atau kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan seluruh lapisan masyarakat, termasuk dari akademisi dan lembaga profesi.

Ariza juga mengapresiasi kolaborasi yang telah dibangun oleh Disgulkarmat bersama DRRC Universitas Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang telah membantu persoalan kebakaran, meningkatkan perlindungan bagi masyarakat, serta meminimalisir risiko kebakaran di Jakarta.

Kerja sama itu dilakukan melalui pemetaan risiko kebakaran yang akan terintegrasi ke dalam e-RISPK.

“Kami bersyukur, kemajuan teknologi dimanfaatkan sebagai upaya preventif dalam penanggulangan kebakaran. Namun, peran manusia tetap tidak tergantikan untuk terus mengupayakan sistem keamanan penanggulangan kebakaran berjalan dengan baik,” kata Ariza.

Dia mengatakan, menjaga bangunan gedung dari risiko kebakaran merupakan salah satu cara untuk menstabilkan perekonomian kota. Kasus kebakaran dianggap bisa menimbulkan kerugian, baik harta benda dan keselamatan jiwa.

Untuk itu, peran para FSM amat penting untuk menjadikan gedung-gedung di Jakarta memiliki standar keamanan. Dengan begitu, masyarakat akan lebih nyaman untuk menjalankan aktivitasnya.

Baca juga: DPRD DKI Jakarta Umumkan Pemberhentian, Anies Baswedan DInilai Harus Bermain Cantik

“Selamat kepada para Fire Safety Manager yang telah dikukuhkan melalui surat keputusan Kepala Dinas (Gulkarmat) sebanyak 157 orang. Keberadaan FSM yang andal dan profesional sangat dibutuhkan untuk keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi para penghuni gedung yang Anda kelola di Jakarta,” jelasnya. 

“Kami berharap para FSM menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki guna menjaga, memelihara kesiapan dan keamanan suatu bangunan dari ancaman bahaya kebakaran,” lanjutnya.

Seperti diketahui, dari hasil penelitian, didapatkan rata-rata nilai risiko kebakaran di Jakarta adalah 48 persen dengan kategori risiko kebakaran sedang.

Jakarta Timur memiliki persentase 51 persen dengan kategori kebakaran sedang; Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu Utara sebesar 49 persen dengan kategori kebakaran sedang;

Jakarta Barat sebesar 48 persen dengan kategori kebakaran sedang; Jakarta Utara sebesar 44 persen dengan kategori kebakaran sedang; serta Kepulauan Seribu Selatan memiliki persentase 38 persen dengan kategori kebakaran ringan.

Baca juga: Nasib Penjenamaan Rumah Sehat Usai Anies Baswedan Lengser Dipertanyakan DPRD DKI Jakarta

Ketua DRRC Universitas Indonesia Fatma Lestari mengatakan, pemetaan ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko dan lokasi titik rawan kebakaran di DKI Jakarta. Hasil kajian risiko kebakaran akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan mitigasi risiko kebakaran.

“Harapannya perlindungan jiwa dapat dilakukan semaksimal mungkin dan kerugian akibat kebakaran dapat diminimalisasi,” kata Fatma.

Selain buku pedoman, digitalisasi semua data dan informasi terkait bahaya, kerentanan, dan proteksi kebakaran yang tersebar di seluruh wilayah Kota Jakarta dimasukkan ke dalam e-RISPK yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Jakarta. Termasuk data lokasi pos pemadam kebakaran dan juga kontak darurat.

Selain itu, di dalam aplikasi ini juga akan memuat informasi mengenai pencegahan kebakaran dan juga tata cara penanggulangan kebakaran.

“Dengan hadirnya e-RISPK, Pemprov DKI melalui Dinas Gulkarmat DKI Jakarta dapat menentukan prioritas terhadap wilayah-wilayah dengan tingkat risiko tinggi melalui program-program pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai dengan tingkat risiko kebakarannya,” jelas Fatma.

Baca juga: Data Pribadinya Disebar Bjorka, Anies Baswedan: NIK dan Nomor Teleponnya Salah

Berdasar hasil analisis penelitian, diperlukan tindakan preventif terkait hasil identifikasi risiko, seperti perbaikan perencanaan wilayah dan kota, serta pengadaan dan pemeliharaan hidran dan sumber air yang penting dalam pencegahan kebakaran.

Regulasi terkait hal tersebut, antara lain UU Nomor 28 Tahun 2022, PP Nomor 16 Tahun 2021, Permen PU Nomor 25 Tahun 2008, Permen PU Nomor 20 Tahun 2009, Pergub DKI Nomor 90 tahun 2018, Pergub DKI Nomor 93 tahun 2014 dan SNI Nomor 3 Tahun 2004.

Buku Pedoman dan e-RISPK merupakan hasil kerja tim multidisiplin DRRC UI yang terdiri dari para akademisi baik dosen, peneliti, mahasiswa, hingga praktisi dan alumni Universitas Indonesia.

Dengan latar belakang keahlian seperti K3 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Geografi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahun Alam, Fakultas Hukum, dan Sekolah Ilmu Lingkungan.

Untuk diketahui, turut hadir di acara Kepala BNSP Kunjung Masehat; Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Universitas Indonesia Zakir Sjakur Machmud; Direktur Pengabdian dan Pemberdayaan Universitas Indonesia, Agung Waluyo. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved