KPU Pastikan 105 Juta Data yang Diperjualbelikan Bukan DPT Pemilu 2019
Data ini dijual di forum online 'Breached Forums' oleh anggota forum dengan username 'Bjorka.'
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Sebanyak 105 juta data yang diduga merupakan data pemilih pemilu milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), bocor.
Data ini dijual di forum online 'Breached Forums' oleh anggota forum dengan username 'Bjorka.'
Data tersebut dijual dalam postingan berjudul 'Indonesia Citizenship Database From KPU 105M', seharga 5.000 dolar AS dengan ukuran file 4 GB (compressed).
Akun tersebut juga memberikan sampel data yang memuat sejumlah informasi seperti NIK, KK, Nama Lengkap, Tempat Lahir, Jenis Kelamin dan Umur, dan berasal dari berbagai provinsi di Tanah Air.
Usai memeriksa setiap isi dari elemen data pada situs internet tersebut, KPU menyatakan data tersebut bukan bersumber dari Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019.
"KPU telah melakukan pengecekan terhadap setiap isi dari elemen data di situs internet tersebut.
Baca juga: Hari Ini Ferdy Sambo Dites Kebohongan, Polri Bilang Akurasi Alat Lie Detector 93 Persen
"Dan menyatakan bahwa data tersebut bukan bersumber dari DPT Pemilu 2019," kata Betty Epsilon Idroos, anggota KPU yang juga Kepala Divisi Data dan Informasi, lewat keterangan tertulis, Rabu (7/9/2022).
Guna menyikapi masalah ini, KPU akan bekerja sama dengan pihak kepolisian, khususnya Siber Bareskrim Polri, untuk mengusut pelaku jual beli data tersebut.
Pengusutan akan dilakukan untuk kedua pihak, yakni penjual dan pembelinya, ataupun pihak yang dengan sengaja memberikan informasi bohong seolah data tersebut adalah data pemilih Pemilu 2019.
"KPU akan bekerja sama dengan Kepolisian RI, khususnya Siber Bareskrim Polri untuk mengusut pelaku," ucap Betty. (Danang Triatmojo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/logo-kpu.jpg)