Mantan Dubes Ungkap Singapura Siap Ambil Alih Formula E Buntut Indonesia Berpolemik

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter Frans Gontha menyebut Singapura siap mengambil alih penyelenggaraan Formula E buntut adanya polemik.

Mantan Dubes Ungkap Singapura Siap Ambil Alih Formula E Buntut Indonesia Berpolemik
Istimewa
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia Peter Frans Gontha mengungkap, Singapura siap mengambil alih turnamen Formula E. Hal ini buntut adanya polemik dari turnamen Formula E yang digelar Pemprov DKI Jakarta pada 4 Juni 2022 lalu.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia Peter Frans Gontha menyebut Singapura siap mengambil alih turnamen Formula E.

Hal ini buntut adanya polemik dari turnamen Formula E yang digelar Pemprov DKI Jakarta pada 4 Juni 2022 lalu.

“Info Info A1 media international: SINGAPORE akan mengambil alih perhelatan balapan mobil FORMULA-E," kata Peter dikutip dari akun Twitter miliknya @PeterGontha pada Rabu (7/9/2022).

Peter mengatakan, Singapura juga telah menandatangani perjanjian dengan Formula E Operation (FEO) selama 10 tahun. Peter heran, karena event internasional yang pernah sukses digelar di Jakarta harus dialihkan ke Singapura.

Baca juga: Datang Sendirian ke Kantor KPK, Anies Baswedan Ingin Tepis Prasangka Negatif soal Formula E

“Manandatangani perjanjian 10 tahun dengan FEO gara-gara Indonesia ribut mengenai FORMULA E bulan lalu. Marilah kita ribut terus agar semua dilakukan di Singapore aja!,” ketus dia.

Sebelumnya, Insititute for Development of Economic and Finance atau Indef memperkirakan penyelenggaran balap mobil listrik Formula E 2022 memberikan dampak ekonomi dengan nilai total Rp 2,638 triliun bagi DKI Jakarta, atau berkontribusi sekitar 0,08 persen pada pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta 2022.

“Artinya untuk ekonomi Jakarta akan menambah potensinya sebesar Rp 2,63 triliun terhadap kegiatan ekonomi Jakarta baik itu pelakunya UKM (selama) setahun, jangka pendek,” ujar Kepala Pusat Makro dan Keuangan Indef Rizal Taufikurahman dalam diskusi publik virtual pada Jumat (24/6/2022).

Dampak total itu terdiri dari dampak tambahan pada Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB DKI Jakarta dan juga dampak ekonomi langsung.

Baca juga: Anies Baswedan Diperiksa KPK Terkait Formula E, Relawan ANIES: Harus Objektif dan Transparan

Dampak untuk PDRB DKI Jakarta yakni sebesar Rp 2,041 triliun atau setara  dengan 0,105 persen. Sementara itu sisanya merupakan dampak ekonomi langsung.

Rizal menjelaskan dampak ekonomi langsung adalah jumlah pengeluaran yang tercipta akibat adanya perhelatan Jakarta E-Prix 2022. Indef menganalisis, dampak ekonomi langsung dengan adanya Jakarta E-Prix sebesar Rp 597 miliar.

Rinciannya yakni alokasi capex atau belanja modal senilai Rp 213 miliar, alokasi opex atau belanja operasional Rp 112 miliar, commitment fee Rp 216 miliar. Kemudian pengeluaran pengunjung dan tiket Rp 52,4 miliar dan UMKM Rp 4,45 miliar.

”Artinya, besaran Rp 597 miliar itu muncul sejak awal pelaksanaan, persiapan, sampai pelaksanaan,” kata Rizal yang dikutip dari Kompas.tv.

Baca juga: Diperiksa KPK Selama 11 Jam Terkait Formula E, Anies Baswedan: Insyaallah Jadi Terang Benderang

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan terkait penyelenggaraan Formula E Jakarta. Anies tiba sekitar pukul 09.26 WIB.

Dia yang berseragam dinas kemeja putih itu langsung masuk ke dalam gedung dan hanya melemparkan senyum sambil mengucapkan terima kasih ke arah wartawan.

Anies mengatakan, kedatangannya ke KPK untuk membaurkan kemajuan dan gagasan penyelenggaraan Formula E.

“Ini adalah upaya membaurkan kemajuan dan gagasan soal formula E, agar KPK dapat mendudukannya dalam sistem hukum dan pertanggungjawaban sebuah kebijakan,” kata Anies di Gedung KPK, Jakarta Selatan pada Rabu (7/9/2022).  (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved