Anies Baswedan Diperiksa KPK Terkait Formula E, Relawan ANIES: Harus Objektif dan Transparan

Relawan ANIES meminta KPK supaya bekerja secara objektif dan transparan dalam pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait Formula E.

Warta Kota/Indri Fahra Febrina
Relawan ANIES meminta KPK supaya bekerja secara objektif dan transparan dalam pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait Formula E. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pendukung Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) turut menanggapi pemeriksaan Anies Baswedan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal Formula E

Koordinator Presidium DPP ANIES, Laode Basir meminta lembaga anti rasuah itu dapat bersikap objektif saat memeriksa Anies.

Terlebih, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah melakukan audit penyelenggaraan Formula E yang digelar Juni lalu. Bahkan, hasil audit dari BPK menyatakan Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP.

"Antara BPK dan KPK adalah sama-sama lembaga negara. KPK harus bekerja secara objektif dan transparan agar tidak dinilai tendensius oleh masyarakat luas, karena ada audit BPK yang menyatakan clear," ujar La Ode saat dihubungi pada Rabu (7/9/2022). 

Baca juga: Anies Baswedan Diperiksa KPK, Bambang Widjojanto Duga Ada Politisasi Formula E untuk Jatuhkan Anies

Relawan ANIES mengungkapkan, Anies memiliki integritas tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan rekam jejak Anies saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta yang tak bermasalah. 

"Kami yakin Anies orang yang berintegritas, di buktikan dari rekam jejaknya, termasuk dalam penyelesaian masalah di KPK. Mas Anies sebagai anggota tim adhock. Atas integritasnya itu, kami yakin Mas Anies tidam ada masalah dengan Formula E," imbuhnya. 

Lebih lanjut, La Ode justru mempertanyakan sikap KPK dalam menangani dugaan kasus korupsi lainnya. 

La Ode pun menyebut contoh ketidakberdayaan KPK dalam menangani mafia minyak goreng, kerugian Pertamina, hingga korupsi Harun Masiku. 

Baca juga: Datang ke KPK Penuhi Panggilan Jadi Upaya Anies Baswedan Menepis Prasangka Negatif

"Kalau KPK bisa memanggil Anies untuk hal yang dinyatakan clear oleh BPK, maka semestinya KPK harus bisa mengungkap hal-hal di atas secara objektif dan transparan," tukasnya. 

Diwartakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dijadwalkan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (7/9/2022). 

Saat dikonfirmasi, Anies mengaku telah menerima surat pemanggilan untuk dimintai keterangan dari KPK. 

"Iya betul saya menerima surat pemanggilan untuk dimintai keterangan oleh KPK pada hari Rabu pagi, tanggal 7 September 2022," kata Anies di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Senin (5/9/2022). 

Baca juga: VIDEO : Anies Baswedan Acungkan Jempol Saat Penuhi Panggilan KPK Soal Formula E

Anies menyebut kehadirannya untuk memberi keterangan soal Formula E. Kendati demikian, ia tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang menjadi topik pemeriksaan.

"Insyaallah saya akan datang dan akan membantu untuk bisa membuat semuanya menjadi lebih jelas," ujarnya. 

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga tidak membeberkan statusnya dalam pemeriksaan mendatang.  Anies berjanji bakal memberitahukan informasi lebih lanjut sesudah menjalani pemeriksaan. 

"Enggak ada keterangan, hanya begitu saja. Saya jelaskan sesudah selesai," tukasnya. (M35)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved