BRIN Ungkap Hasil Riset Dampak Intensitas Cahaya Buatan untuk Tumbuhan

BRIN mengadakan riset pada area eduwisata Glow di Kebun Raya Bogor untuk meneliti dampak negatif cahaya buatan terhadap tumbuh-tumbuhan.

Editor: Eko Priyono
Dok Kebun Raya Bogor
Pengunjung melihat papan petunjuk wisata edukasi Glow di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengadakan riset pada area eduwisata Glow di Kebun Raya Bogor.

Riset dilakukan untuk memastikan dampak cahaya buatan (alan) pada area eduwisata Glow di Kebun Raya Bogor (KRB), Kota Bogor, Jawa Barat. Riset tahap pertama T0 dan T1 dilakukan BRIN pada Januari-Juni 2022 lalu.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menjelaskan untuk sementara hasil riset menunjukkan intensitas cahaya buatan tergolong sangat rendah untuk menimbulkan dampak negatif ke tumbuhan.

Saat ini, pihak BRIN sedang menyelesaikan riset T2 dengan melibatkan aktivitas pengunjung pada lokasi yang menjadi obyek program Glow.

Riset tersebut akan berlangsung hingga Desember 2022 mendatang. Menurutnya, data T2 nanti pihaknya bisa melihat kecenderungan pengaruh secara keseluruhan.

"(Hasil riset sementara) Tidak ditemukan adanya pemicu aktivitas fotosintesis di malam hari," kata Handoko, Sabtu (27/8/2022).

Menurut Handoko, hasil riset tahap pertama menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan dari cahaya buatan dari program Glow terhadap pohon-pohon di KRB.

Lampu-lampu yang menghiasi lima taman yang masuk dalam program Glow juga memiliki tingkat pencahayaan yang rendah.

Setiap program yang akan dilaksanakan di Kebun Raya, termasuk program Glow di KRB sudah melalui pertimbangan, kajian dan persetujuan dari BRIN.

Menurut Handoko, program Glow yang dikembangkan di KRB memiliki nilai edukasi yang tinggi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved