Rabu, 8 April 2026

Cacar Monyet

Seorang Pria Terinfeksi Covid-19, Cacar Monyet, dan HIV secara Bersamaan, Begini Penjelasan IDI

Kemungkinan pria itu juga tidak mengonsumsi obat ARV untuk menekan virus HIV, sehingga imunitas tubuhnya sangat lemah.

Istimewa
Ilustrasi - Ciri-ciri penyakit cacar monyet atau mokeypox 

WARTAKOTALIVE.COM JAKARTA -- Belum lama ini, muncul kabar di mana seorang pria berusia 36 tahun di Italia dilaporkan positif COVID-19, cacar monyet, dan HIV sekaligus dalam satu waktu.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of Infection, pasien yang identitasnya belum diungkapkan, mengalami demam, sakit tenggorokan, kelelahan, sakit kepala, dan peradangan pada daerah selangkangan sekitar sembilan hari setelah kembali dari perjalanan lima hari ke Spanyol.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Erlina Burhan, SpP(K) menduga pasien tersebut terlebih dahulu sudah terkena HIV.

Baca juga: Berikut Poin-poin Rekomendasi dari PB IDI yang Diprioritaskan untuk Menerima Vaksin Cacar Monyet

Alhasil, tingkat imunitasnya pun rendah dan menjadi rentan terpapar infeksi penyakit lain seperti cacar monyet dan COVID-19.

"COVID-19 karena virus, cacar monyet karena virus, HIV karena virus, biasanya masalah dasarnya adalah imunitas. Sepertinya, pasien dari Italia ini mungkin adalah memang penyakit dasarnya HIV. Artinya, sistem imunnya sangat rendah," ucap Erlina konferensi pers virtual Satgas Monkeypox dan COVID-19 PB IDI, Jumat (26/8/2022).

Baca juga: Temuan Kasus Cacar Monyet di Indonesia, Prof Zubairi Djoerban Imbau Masyarakat Waspadai Gejalanya

Ia menambahkan, kemungkinan pria itu juga tidak mengonsumsi obat ARV untuk menekan virus HIV, sehingga imunitas tubuhnya sangat lemah.

Sehingga, imunitas yang lemah akan memudahkan penyakit masuk termasuk COVID-19 dan cacar monyet.

"Mungkin juga tidak melakukan pengobatan dengan ARV sehingga itu semakin lemah. Sehingga orang dengan imunitas yang lemah, itu semua infeksi akan mudah masuk termasuk COVID-19 dan cacar monyet. Jadi faktor risikonya adalah imunitas," imbuhnya.

Dilansir Kompas.com, dari temuan tersebut, pria Italia itu menjadi pasien pertama yang terinfeksi tiga penyakit "berat" sekaligus.

Para peneliti mengungkapkan bahwa pria tersebut mengalami demam, sakit tenggorokan, kelelahan, sakit kepala, dan peradangan pada daerah selangkangan.

Baca juga: Kasus Cacar Monyet di Jakarta, Dinkes Pantau Orang-orang yang Sempat Lakukan Kontak dengan Pasien

Melalui BNO News, sejumlah gejala itu dialaminya sekitar 9 hari setelah kembali dari perjalanan 5 hari ke Spanyol pada Juni 2022.

Diketahui, pria tersebut berhubungan badan dengan seseorang di Spanyol tanpa menggunakan kondom. (m27)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved