Penembakan

AKBP Handik Zusen Ditahan usai Terseret Kasus Sambo, Pernah Dijuluki 'Komandan Pemburu Laskar FPI'

Nama AKBP Handik Zusen sempat disorot saat menangani kasus penembakan di Tol Cikampek KM 50.

Editor: Feryanto Hadi
Net
AKBP Handik Zusen kini ditempatkan khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok terkait kasus tewasnya Brigadir J 

Keempatnya adalah pamen pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan resmi kepada wartawan mengenai empat pamen ditahan di tempat khusus (patsus) lantaran diduga melanggar kode etik terkait tewasnya Brigadir J.

Kini total ada 16 polisi yang menjalani patsus.

“Betul (bertambah). Hasil pemeriksaan dan gelar kemarin malam, ditetapkan empat pamen PMJ (3 AKBP dan 1 kompol) menjalankan patsus di Biro Provos Mabes Polri,” kata Dedi pada Sabtu (13/8).

Dedi menyebut dari total ada 16 polisi yang ditempatkan di patsus, enam personel di Mako Brimob Polri dan 10 polisi di Provos Mabes Polri.

“Jumlah sampai hari ini 16 orang telah ditempatkan di tempat khusus (patsus): 6 orang di Mako dan 10 orang di Provos,” ujarnya. 

Tangani Kasus Penembakan Tol Cikampek KM50

Nama AKBP Handik Zusen sempat disorot saat menangani kasus penembakan di Tol Cikampek KM 50.

Ia dijuluki komandan pemburu laskar FPI.

AKBP Handik Zusen adalah salah satu siswa angkatan ketujuh di SMA Taruna Nusantara.

Setelah lulus, ia lantas melanjutkan pendidikan di akademi kepolisian (akpol).

Handik Zusen pun selesai 2003 lalu.

Selama kariernya hingga saat ini, Handik Zusen banyak mengungkap kejahatan.

AKBP Handik Zusen adalah alumni akademi kepolisian atau Akpol 2003.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved