Kamis, 23 April 2026

Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo Disebut Menangis di Depan Kompolnas Mengaku Sanggup Tembak Brigadir J

Mahfud MD menyebut bahwa Irjen Ferdy Sambo sempat menangis-nangis saat ditemui Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Kompas Tv
Menkopolhukam Mahfud MD ungkap kesaksian Kompolnas dalam kasus Ferdy Sambo 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebut bahwa Irjen Ferdy Sambo sempat menangis-nangis saat ditemui Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

Kesaksian Poengky Indarti kepada Mahfud MD itu dibongkar oleh Mahfud MD dalam rapat DPR RI pada Senin (22/8/2022).

Mahfud MD mengatakan bahwa saat peristiwa tembak menembak polisi antara Bharada E dan Brigadir J, ia tengah menunaikan ibadah haji.

Ketika itu, ia langsung menghubungi Ketua Kompolnas Benny Mamoto. Saat itu, Benny Mamoto mengaku sudah ke tempat kejadian perkara (TKP) dan bertanya ke penyidik.

Dalam penjelasan penyidik, disebutkan peristiwa tersebut merupakan tembak menembak antara Bharada E dan Brigadir J.

Namun, Mahfud MD mengaku merasa janggal dengan peristiwa tersebut. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu merasa janggal dengan penjelasan polisi.

Baca juga: Mahfud MD Sindir DPR Kicep di Kasus Brigadir Yosua, Arteria Dahlan Geram: Kami Bekerja dalam Hening

Mahfud MD pun sempat membicarakan hal tersebut ke Benny. Namun kata Benny, Kompolnas terbatas dalam memeriksa hal tersebut karena hanya bisa mengacu kepada penyelidikan polisi.

Usai menunaikan ibadah haji dan tiba di Indonesia, Mahfud MD melihat perkembangan isu di masyarakat.

Dimana masyarakat tidak mempercayai Kompolnas dan Komnas HAM. Mahfud MD kemudian sempat berkoordinasi dengan kedua lembaga tersebut.

Ia juga komunikasi dengan salah satu komisioner Kompolnas Poengky Indarti. Dalam keterangannya, Peongky Indarti mengaku sempat bertemu dengan Ferdy Sambo.

Kata Poengky Indarty kepada Mahfud MD, bahwa Ferdy Sambo sempat menangis kepada Kompolnas. Ferdy Sambo mengaku telah dizalimi dengan isu yang berkembang di masyarakat.

Kepada Poengky, Ferdy Sambo masih bersikeras bahwa istrinya dilecehkan oleh Brigadir J.

Bahkan, Ferdy Sambo mengaku sanggup membunuh Brigadir J apabila ada di TKP melihat peristiwa tersebut.

“Lalu Bu Poengki jawab itu saya ynag dipanggil Ferdy Sambo, dia hanya nangis Mbak Poengki saya dizalimi, istri saya dilecehkan kalau saya ada di sana saya tembak sendiri,” ucap Mahfud MD.

Belum selesai Mahfud MD bercerita, anggota DPR RI dari fraksi Gerindra Desmond J Mahesa memberikan intrupsi.

Ia menanyakan apa kepentingan Mahfud MD bertanya dengan Kompolnas dan Komnas HAM terkait peristiwa tersebut.

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved