HUT RI
Berkat Perayaan HUT ke-77 RI, Abdulloh Kewalahan Terima Order Patung Garuda Pancasila
Perajin Patung Gatuda Pancasila, Abdulloh, di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, menikmati berkah perayaan HUT ke-77 RI.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI) memberikan berkah bagi perajin patung Garuda Pancasila di Jalan Bali Raya, Kalimalang, Jakarta Timur. Mereka mulai dibanjiri orderan sejak Juni 2022.
Ahmad Abdulloh selaku pemilik usaha mengaku bersyukur tahun ini pesanannya meningkat hingga 90 persen jika dibandingkan tahun lalu.
"Bersyukur tahun ini sudah mulai ramai ya, banyak yang sudah pesan mulai dari Juni. Bisa dikatakan kenaikannya hingga 90 persen, yang pesan paling banyak dari wilayah Jabodetabek," ucap Ahmad.
"Yang membuat saya bertahan hingga sekarang ini, saya tak menaikkan harga meskipun bahan-bahan harganya naik. Sebenarnya saya pusing juga, namun kalau dinaikkan harganya pelanggan pada tidak mau," jelasnya.
Kepada Wartakotalive.com, ayah dua anak ini menceritakan awal mulanya bisa mendirikan usaha hingga sekarang ini, bermula dari belajar dengan teman-teman kumpulnya.
"Saya buka usaha pada tahun 2009 di Prumpung, Jakarta. Lalu, pas tahun 2011 saya pindah ke sini (Kalimalang). Awalnya bisa buka usaha ini karena bergaul sama teman-teman terus sudah dirasa cukup pengetahuannya, saya mencoba buka usaha sendiri. Pokoknya saling belajar satu sama lain ya," ungkapnya.
Baca juga: Beri Kado HUT ke-77 RI, Nagita Slavina, Lesti Kejora dan Celine Evangelista Nyanyikan Rumah Kita
Telah berjualan selama 13 tahun, Ahmad mengungkapkan tahun 2020-2021 menjadi tahun terberatnya dalam menjalani usaha.
Bahkan, dalam beberapa bulan usahanya kerap kali tak mendapatkan pesanan pembeli. Omzet usahanya juga menurun drastis hingga 75 persen.
"Kemarin kan pandemi itu sangat berdampak sekali buat usaha saya. Bahkan turun omzet itu hampir 75 persen sampai di sini tak produksi sama sekali. Biasanya toko-toko di Pasar Jatinegara, Pasar Senen itu yang order terus pas kasus Covid-19 pada tidak buka," jelas Pria asal Tegal, Jawa Tengah itu.
Baca juga: Manajemen Apartemen Kalibata City Gelar Lomba Makan Kerupuk saat Perayaan HUT RI ke-77
Lantaran sepinya pesanan, Ahmad harus rela menjual motornya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan terpaksa meliburkan karyawannya yang berjumlah 8 orang itu.
"Tidak ada produksi karena sepi sekali. Bahkan kami pernah menjual motor biar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari ya. Karyawan di sini akhirnya pulang kampung semua. Ada yang pulang ke Brebes, Ciasem, dan lainnya," imbuhnya.
Demi dapat menyambung hidup, alhasil Ahmad memilih bekerja serabutan membantu temannya.
"Saya akhirnya kerja serabutan saja, ikut teman proyek karena kan harus cari uang untuk kebutuhan keluarga. Terutama untuk biaya sekolah kedua anak saya yang masih di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dan satu lagi Sekolah Menengah Pertama (SMP)," terangnya.
Adapun omzet yang dihasilkan Ahmad sebelum pandemi mencapai Rp 45 juta per bulan. Usahanya bisa mencetak 300 buah patung Garuda Pancasila saat menjelang hari kemerdekaan.
"Pendapatan sudah pasti turun, sebelum pandemi pesanan Garuda Pancasila bisa ratusan dan setiap hari kami cetak terus. Namun, pas pandemi Covid-19 susah sekali," papar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/abdulloh.jpg)