Tukang Parkir di Cipete Selatan yang Resahkan Warga Diduga ODGJ

Tukang parkir inisial W yang meresahkan warga Cipete Selatan dan sempat mengejar sembari membawa batu diduga adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Junianto Hamonangan
Tukang Parkir di Cipete Selatan yang Resahkan Warga Diduga ODGJ
Istimewa
Tukang parkir inisial W yang meresahkan warga Cipete Selatan dan sempat mengejar sembari membawa batu diduga adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK - Tukang parkir inisial W yang meresahkan warga Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Ardiansyah (33) warga sekaligus korban mengatakan, W bertempat tinggal di Jalan Puri Mutiara III.

"Warga itu sudah tahu kalau tukang parkir itu ODGJ. Dia warga sini juga," katanya, saat dihubungi pada Kamis (18/8/2022).

W, tutur dia, sehari-hari bekerja sebagai juru parkir dan 'Pak Ogah' yang berlokasi di Jalan Puri Mutiara Raya.

"Ya, kerjaannya begitu aja. Nggak ada kerjaan lagi. Terus udah gitu kan dia iseng kadang nyambit gitu kan. Kalau orang lewat disambit," ujar Ardiansyah.

Baca juga: Rusunawa Jakhabitat Program Anies Baswedan Hanya untuk Warga Tidak Mampu, Begini Syaratnya

"Waktu itu ada anak kecil usia empat atau lima tahun lah, mereka itu lagi lewat juga diganggu," sambungnya.

Ardiansyah mengatakan, W menyerang orang secara random atau acak.

"Random, tapi lebih dominan orang yang diserang itu yang sering dilihat dan sering lalu lalang lewat situ. Dia kadang- kadang ada di situ pagi dari jam 7 sampai jam 9," kata dia.

"Terus dia nggak tahu ke mana. Nanti sore ada lagi, pokoknya dia tahu di mana saatnya itu jam-jam mobil itu jam ramai. Kaya minta duit di situasi mobil macet," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang tukang parkir inisial W meresahkan warga Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Ardiansyah (33) merupakan satu di antara warga Cipete Selatan yang menjadi sasaran terhadap tukang parkir tersebut.

Baca juga: Klaim Lunasi Janji Politik, Gubernur Anies Baswedan Resmikan 12 Lokasi Rusunawa Jakhabitat

Ia mengatakan, kejadian itu menimpanya saat mengantar anak-anaknya ke sekolah pada Kamis (18/8/2022) sekitar pukul 06.00 WIB.

"Awalnya saya lagi antar anak, anak saya kan 2, yang satu kelas 5 SD, yang satu kelas 1 SD. Nah terus saya lewat dari Jalan Puri Mutiara 1, mau keluar ke arah lampu merah Pasar Inpres," katanya, saat dihubungi pada Kamis.

"Nah, terus anak saya dijorokin, cuman hampir mau jatuh. Jadi dia (W) nyamperin kita, saya kan lagi berhenti dulu, karena kan pertigaan kan, jadi saya tengok kanan kiri dulu, tahu tahu anak saya jatuh. Saya bilang “kenapa sih jatuh?”, ini aku dijorokin sama dia," sambung dia.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved