Rabu, 22 April 2026

Edukasi

Tekan Tingginya Angka Kecelakaan Lalin, Edukasi Berkendara secara Aman Perlu Terus Dilakukan

Seminar berjudul 'alasan teknis pentingnya safety riding dan defensive riding' ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Seminar berjudul 'alasan teknis pentingnya safety riding dan defensive riding' 

WARTAKOTALIVE.COM--Universitas Mercu Buana (UMB), Universitas Media Nusantara Citra (MNC) dan SMA Tadika Pertiwi bekerja melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar edukasi keselamatan berkendara

Penyuluhan yang disampaikan melalui webinar ini penting untuk disampaikan mengingat belum lama masyarakat mengetahui terjadinya kecelakaan yang menimpa keluarga artis Vanessa Angel yang menewaskan Vanessa Angel dan suaminya, serta beberapa kecelakaan maut lain sebelumnya.

Seperti diketahui, jumlah kecelakaan lalu lintas darat di Indonesia mencapai 103.645 kasus pada 2021.

Jumlah tersebut naik 3,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 100.028 kasus.

Materi disampaikan oleh Reni Karno Kinasih, S.T., M.T selaku salah satu ketua tim pelaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari prodi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana, dibantu oleh Dr. Ir. Hermanto Dwiatmoko, STr, IPU, Nabila, M.T. dan dimoderatori oleh Berto Jalnuhubun yang merupakan mahasiswa UMB yang terlibat dalam kegiatan PKM

Mobil naas yang diketahui membawa lima penumpang, dua diantaranya Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, suaminya, Kamis (4/11/2021). Saat mengalami kecelakaan di Tol Nganjuk, Jawa Timur, body mobil tersebut terlihat hancur. Vanessa Angel dan suaminya diketahui meninggal dunia.
Mobil naas yang diketahui membawa lima penumpang, dua diantaranya Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, suaminya, Kamis (4/11/2021). Saat mengalami kecelakaan di Tol Nganjuk, Jawa Timur, body mobil tersebut terlihat hancur. Vanessa Angel dan suaminya diketahui meninggal dunia. (istimewa)

Reni Karno Kinasih menyebut, tragedi yang menimpa Vanessa Angel tersebut merupakan hal yang memprihatinkan, mengingat faktor utamanya adalah tindakan ugal-ugalan pengemudi, menggunakan hand phone saat berkendara dan melarikan kendaraan melampaui batas aman yang diterapkan di jalan yang dilintasi.

"Oleh sebab itu penyuluhan atau kegiatan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya bersikap bijaksana di jalanan merupakan hal krusial yang perlu dilakukan berulang kali secara kontinyu," ungkap Reni Karno Kinasih melalui keterangan persnya, Senin (15/8/2022).

Reni menambahkan, seminar berjudul 'alasan teknis pentingnya safety riding dan defensive riding' ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

"Kegiatan PkM ini dilaksanakan dua kali, yakni pada Jumat, 29 Juli 2022 untuk masyarakat di sekitar Meruya, Jakarta Barat dan Jumat, 12 Agustus 2022 untuk mengedukasi siswa/i SMA Tadika Pertiwi, Cinere, Depok," kata dia.

Dalam seminar, disampaikan kepada audiens mengenai alasan teknis kenapa masyarakat harus bersikap bijaksana saat berkendara baik dengan roda dua maupun roda empat

"Sebab meskipun kendaraan yang dibawanya merupakan kendaraan dengan teknologi canggih dan pengemudi memiliki pengalaman dan keterampilan dalam mengemudi namun ada beberapa hal yang menyebabkan faktor-faktor tersebut belum tentu membuatnya selamat dalam perjalanan," ungkap Reni.

Reni menambahman, salah satu dari empat alasan yang disampaikan adalah karena tidak semua jalan aman untuk dilintasi dengan semua kecepatan kendaraan yang diinginkan pengemudi

Sebab, setiap jalan dirancang dengan kecepatan rencana tertentu yang diambil dengan asumsi merupakan kecepatan menerus tertinggi, di mana kendaraan dapat bergerak dengan aman dan nyaman dalam kondisi cuaca yang cerah, Ialu lintas yang lengang, dan pengaruh samping jalan yang tidak berarti.

Sementara, Reni menambahkan, pada praktiknya pengemudi sering melanggar batas atas kecepatan pada kondisi yang bertolak belakang dengan asumsi yang digunakan desainer jalan pada saat menentukan kecepatan rencana tersebut.

"Selain itu ada saja belokan tajam, meskipun desainer geometrik jalan selalu menginginkan untuk mendesain belokan dengan tipe lain, yang bukan belokan tajam," ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved