Jumat, 12 Juni 2026

Polisi Tembak Polisi

Deolipa: Bukti Kejamnya Ferdy Sambo, Bunuh Brigadir J Gunakan Tangan Sahabat Dekat Bharada E

Bukti kejamnya Ferdy Sambo, pilih Bharada E eksekusi Brigadir J. Padahal keduanya adalah sahabat dekat

Tayang:
Istimewa/ Tangkapan layar akun YouTube Metro TV
Eks kuasa hukum Bharada Eliezer, Deolipa Yumara, membeberkan bukti kejamnya Irjen Ferdy Sambo dengan menyuruh Bharada E membunuh sahabatnya sendiri Brigadir J 

Menurutnya saat diperintahkan seperti itu Bharada E dalm tekanan situasional.

Baca juga: Kamaruddin: Motif Pembunuhan Brigadir J, Bocorkan Perselingkuhan Ferdy Sambo Serta Sabu dan Judi

"Tekanan situasional dalam hitungan sekitar 5 menit saat Sambi suruh Bharada E. Kamu tembak, tembak, tembak. Itu kan menekan sekali, Bharada E ini anggota Brimob ini yang biasa menembak sasaran. Perintahnya angggota Brimob kan membunuh bukan menangkap, menangkap hal yang kedua karena Brimob ini semi militer," kata Deolipa.

Ia menjelaskan saat itu Irjen Ferdy Sambo bisa saja memegang pistol, tapi dipastikan belum menembak Yosua.

"Jadi begini keterangan Richard, ketika Richard dipanggil disitu, Yosua sudah berlutut di hadapan Pak Ferdy Sambo dengan tangan di kepala," katanya.

"Artinya apa, kalau dia masih berlutut dengan gaya berlutut polisi, artinya Yosua masih hidup," tambah Deolipa.

"Jadi Pak Ferdy Sambo bukan penembak pertama, karena Yosua masih hidup berlutut dan posisi ketakutan. Penembak pertama diakui adalah Bharada E," katanya.

Putri Candrawathi

Deolipa mengatakan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E juga mengaku dijanjikan akan diberikan uang Rp1 Miliar oleh Putri Candrawathi (PC) dan suaminya Irjen Ferdy Sambo, karena telah mengeksekusi dengan menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J hingga meninggal.

Uang akan diberikan Putri Candrawathi sebulan kemudian saat kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, di SP3 atau dihentikan penyidikannya oleh polisi.

Menurut Deolipa, awalnya dikabarkan pemberi uang nantinya adalah Irjen Ferdy Sambo dan Miss X. 

Miss X belakangan diketahui adalah Putri Candrawathi.

"Jadi Miss X ini adalah ibu Putri Candrawathi sendiri. Ini keterangannya Richard. Jadi Ibu Putri sama Pak Sambo, memanggilah si Pak Kuwat, Bharada Richard dan Brigadir Ricky," kata Deolipa di acara Kontroversi di akun YouTube Metro TV, Kamis (11/8/2022) malam.

Pemanggilan oleh Putri Candrawathi katanya dilakukan beberapa hari setelah penembakan atau pembunuhan terhadap Brigadir J dilakukan.

"Karena ini situasi dirasa sudah mulai aman nih. Skenario pertama sepertinya berhasil. Nah kalau ini sudah beres, lu tetap jangan buka mulut, kan bahasa kasarnya begitu. Ini saya kasih nih ya, kalau sudah beres kamu Rp1 Miliar (Bharada E), kamu gope (Rp500 Juta), kamu juga gope," kata Deolipa.

Baca juga: Bharada E Sebut Tidak Ada Pelecehan saat Diperintahkan Tembak Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo

Ini berarti ada dana Rp2 Miliar yang dijanjikan Putri dan Sambo ke Bharada E, Brigadir RR dan Kuwat, dimana ketiganya kini juga menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved