Berita Jakarta
Polisi Panggil Dispora DKI Jakarta terkait Robohnya Tembok GOR Mampang yang Tewaskan 2 Pekerja
Supriyadi mengatakan, kasus robohnya proyek revitalisasi di Gelanggang Olahraga (GOR) Mampang Prapatan sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
"Ini mereka damai, tapi karena ada korban jiwa kita tetap dalami sebagai pembelajaran ini kedepannya bahwa pekerjaan ini taruhannya. Perlu ada standarnya. Tetap kami lakukan pemeriksaan, ini kan punya Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga)," lanjut dia.
Ia menjelaskan, kejadian bermula saat pekerja sedang membongkar tembok.
"Tahu-tahu angin kencang, terus temboknya rubuh timpa mereka. Jadi ketiban reruntuhan," kata dia.
Posisi kedua pekerja itu, ujar Supriyadi, berada di lantai atas.
Baca juga: Wagub DKI akan Periksa Bangunan Roboh di Johar Baru, Harusnya Perencanaan Bangunan Sesuai Spek
"Di lantai atas. Dia kan lagi pecah-pecahin tembok. Itu mau dibongkar total. Yang meninggal ada 2. Yang bekerja ada 4. Kemarin kejadian 13.40 WIB," ucapnya.
Salah satu korban sempat dibawa ke RSUD Mampang Prapatan, tetapi dinyatakan meninggal dunia.
"Bukan jatuh, tapi ketiban reruntuhan. Dia lagi beres-beres di belakang tembok, ada angin kencang nggak taunya jatuh. Yang ketimpa 2 orang," ujarnya.
"Mereka sama-sama kerja di lantai 2 itu. Kemudian ini kan tembok ini kan menjulang ke atas. Pokoknya sisi paling kanan. Iya (reruntuhannya timpa) mobil yang parkir itu. Satu unit," sambung dia. (M31)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Gor-Mampang-roboh3.jpg)