Perang Rusia Ukraina

Dampak Perang Rusia-Ukraina Harga Kepiting Rajungan Anjlok, Nelayan Karawang Lesu

Menurutnya, rajungan biasanya terjual seharga Rp 100-120 ribu perkilogram. Namun sekarang harganya hanya dikisaran Rp 20-25 ribuan perkilogramnya.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
tribunnews.com
Ilustrasi kepiting rajungan kualitas ekspor. Nelayan di Karawang, Jawa Barat lesu karena pendapatan mereka turun drastis akibat harga kepiting rajungan yang mereka dapat juga turun drastis. Sebab sejumlah negara di Eropa termasuk Rusia dan Ukraina serta Amerika menghentikan dan menurunkan impor kepiting rajungan dari para nelayan di Karawang, Jawa Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG -- Nelayan di Karawang, Jawa Barat lesu karena pendapatan mereka turun drastis akibat harga kepiting rajungan yang mereka dapat juga turun drastis.

Turunnya harga kepiting rajungan itu diduga karena perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina.

Sehingga sejumlah negara di Eropa termasuk Rusia dan Ukraina serta Amerika menghentikan dan menurunkan impor kepiting rajungan dari para nelayan di Karawang, Jawa Barat.

Rajungan adalah nama sekelompok kepiting dari beberapa genus anggota famili Portunidae.

Jenis kepiting ini dapat berenang dan sepenuhnya hidup di laut. Perbedaan rajungan dengan kepiting lain adalah, rajungan memiliki capit yang panjang dan tubuhnya lebih ramping dibanding kepiting lain.

Pengurus Serikat Nelayan Pasir Putih, Masrukhin menuturkan bahwa nelayan di Dusun Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon menjadi salah satu penghasil kepiting rajungan terbesar di Jawa Barat.

Baca juga: Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Sumber Api dari Ruang Mesin

Hasil tangkapan mereka pun banyak. Namun harga jual rajungan saat ini jauh dibawah standar harga pasaran.

“Jujur, kondisi nelayan rajungan saat ini sedang merasakan nelangsa karena harga jual rajungan yang menurun drastis, ” ujar Masrukhin, Kamis (4/8/2022).

Rajungan yang di jaring nelayan Karawang dari laut Jawa, Kalimantan dan Sumatera ini menjadi komoditas ke tiga terbesar ekspor Indonesia selain Udang dan Tuna ke berbagai negara.

Baca juga: Pengepul Solar Bersubsidi di Muaragembong Kantongi Duit Puluhan Juta Rupiah dari Nelayan Lokal

"Penurunan harga rajungan terjadi tiga bulan terakhir ini, dan semakin ke sini semakin tidak terkendali penurunan harganya," katanya.

Menurutnya, rajungan biasanya terjual seharga Rp 100-120 ribu perkilogram. Namun sekarang harganya hanya dikisaran Rp 20-25 ribuan perkilogramnya.

Dia menduga turunnya harga rajungan itu karena dampak perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan.

Karena peramng, negara sasaran ekspor rajungan Indonesia menghentikan permintaan ekspor.

"Salah satu negara Amerika yang biasa menjadi sasaran ekspor 80 persen rajungan Indonesia setelah Udang dan Tuna, sekarang mereka tidak beli rajungan lagi dari Indonesia, termasuk juga sejumlah negara besar di Benua Eropa," jelas dia.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved