Minggu, 26 April 2026

KNKT Catat Accident Rate Transjakarta Tahun 2021 Menurun

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat accident rate atau tingkat kecelakaan selama kurun waktu tertentu Transjakarta menurun.

Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Rapat monitoring dan hasil rekomendasi evaluasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terhadap Transjakarta di Ruang Rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan mengakui accident rate atau tingkat kecelakaan selama kurun waktu tertentu Transjakarta menurun.

Saat rapat Komisi B, di Ruang Rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022), Wildan menyampaikan data bahwa accident rate Transjakarta turun di tahun 2021 dengan angka 0.78 persen.

Padahal data tahun sebelumnya, 2020 menunjukkan angka accident rate sebesar 3.18 persen.

"Lalu di tahun 2022 (data hingga Bulan Juli), angka accident rate mengalami penurunan lagi di angka 0.43 persen," ujar Wildan saat pemaparan.

Diketahui tiga tahun sebelumnya, accident rate Transjakarta tampak mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Mulai tahun 2018, accident rate menunjukkan angka 1.68 persen. Lalu naik menjadi 2.68 persen di tahun 2019.

Dan di tahun 2020, angka accident rate mengalami kenaikan yang cukup signifikan hingga menyentuh angka 3.18 persen.

Baca juga: Transjakarta Ajak Masyarakat Perangi dan Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual di Dalam Bus

"Secara umum, accident rate di Transjakarta mengalami penurunan di dua tahun terakhir, termasuk pada semester pertama di 2022," ujar Wildan. 

Wildan juga menambahkan setidaknya ada 15 aksi keselamatan yang dilakukan oleh Transjakarta. Meski demikian dari 15 poin aksi keselamatan tersebut, ternyata belum semua selesai atau dijalankan oleh KNKT.

"Masih ada dua hal yang hingga saat ini sedang dalam proses," ujar Wildan.

Dua hal yang dimaksud adalah perbaikan data kecelakaan dan proses reporting dan evaluasi, lalu yang kedua tentang penyusunan modul dan kurikulum pelatihan pengemudi untuk bus academy pengemudi Transjakarta.

Di mana dua poin yang disebut sama-sama masuk dalam kategori organisasi dan manajemen.

Baca juga: Hadirkan Rocket Rockers, Music On Shalter TransJakarta CSW Dapat Sambutan Antusias Penumpang

Berikut adalah 15 aksi keselamatan yang dilakukan Transjakarta yang dibagi menjadi empat kelompok yakni:

1. Organisasi dan Manajemen

- Perbaikan data kecelakaan dan proses reporting dan evaluasi.

- Adanya petugas di atas bus (penempatan secara penuh di Bulan Agustus).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved