Jumat, 15 Mei 2026

Polisi Tembak Polisi

Selain Para Ajudan, Komnas HAM Dipastikan Periksa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Sejauh ini Komnas HAM sudah memeriksa tujuh ajudan Irjen Ferdy Sambo, termasuk Bharada E alias Richard Eliezer.

Tayang:
Istimewa
Ilustrasi - Komnas HAM pastikan akan periksa Istri Ferdy Sambo untuk menanyakan penembakan Brigadir J 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Selain para ajudan Ferdy Sambo, Komnas akan minta keterangan pada sang istri, Putr Candrawathi.

Sejauh ini Komnas HAM sudah memeriksa tujuh ajudan Irjen Ferdy Sambo, termasuk Bharada E alias Richard Eliezer.

Sosok Brigadir E yang selama ini disebut polisi sebagai orang yang menembak Brigadir J pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.

Komnas HAM terus melakukan pendalaman terkait kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif, Irjen Ferdy Sambo, di Kompleks Perumahan Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan ke depan pihaknya juga akan meminta keterangan orang dekat di sekitar Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.

”Penambahan keterangan dari ADC kemarin belum datang karena ada di luar kota, sama orang sekitaran Pak Sambo sama Ibu Putri di situ kami akan minta," kata Choirul saat ditemui di kantornya, Jumat (30/7).

Selain orang-orang terdekat Sambo, Komnas HAM juga akan memeriksa Sambo dan istrinya.

Baca juga: Keluarga Bantah Isu Brigadir J Sudah Putus dengan Kekasihnya Vera Simanjuntak

Baca juga: Permohonan Perlindungan Bharada E dan Putri Candrawati Bakal Disetop Jika Tak Datang ke LPSK

Anam mengungkapkan pemeriksaan keduanya dijadwalkan jika semua pihak sudah dimintai keterangan.

"Pasti kami akan panggil pak Ferdy Sambo, pasti kami akan meminta keterangan bu Putri. Tapi tahapannya adalah memperkuat dulu sekuen-sekuen ceritanya, konteks waktunya dan sebagainya, baru nanti pasti ke Ferdy Sambo," imbuhnya.

Setelah pemeriksaan Sambo dan istrinya rampung, barulah Komnas HAM beranjak memeriksa lokasi penembakan Brigadir J.

Lokasinya yakni di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Nanti akan ke TKP [Tempat Kejadian Perkara]," ucapnya.

Anam mengatakan pihaknya juga mengagendakan melakukan uji balistik terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Namun, Anam belum bisa memastikan waktu untuk pelaksananannya.

"Kami sudah agendakan, penting untuk uji balistik," kata Anam.

Selain itu Komnas HAM juga akan mendalami digital forensik dan soal siber terkait tewasnya Brigadir J. 

Tangkapan layar rekaman Video Call antara Brigadir J dan kekasihnya Vera Simanjuntak. Brigadir J meminta kekasihnya mencari pria lain karena ia akan pergi dan dibunuh oleh Squad lama.
Tangkapan layar rekaman Video Call antara Brigadir J dan kekasihnya Vera Simanjuntak. Brigadir J meminta kekasihnya mencari pria lain karena ia akan pergi dan dibunuh oleh Squad lama. (Laman FB Kamaruddin Simanjuntak)

Komnas HAM sudah mendalami dua hal itu, tapi belum rampung.

"Berikutnya terakhir agenda kita ke depan jadi setelah serangkaian keterangan berbagai pihak. Dua hari kami mendalaminya, minggu depan kami ada agenda pemeriksaan permintaan keterangan lagi yang pasti soal siber dan digital forensik yang belum selesai," ujarnya.

Terkait penyelidikan siber dan digital forensik, Komnas HAM akan menggunakan hasil cell dump dari Siber Bareskrim dan Digital Forensik Puslabfor Mabes Polri untuk mengecek siapa saja yang berada di lokasi penembakan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo.

"Salah satu tindakannya adalah cell dump, menarik jaringan komunikasi itu. Kami juga dikasih bahannya termasuk disediakan print-nya," kata Anam.

Cell dump adalah salah satu teknik menyelidiki keberadaan ponsel dalam satu titik lokasi. Data itu diperoleh dari Base Transceiver Station (BTS).

Anam menyebut ada empat titik lokasi yang diselidiki dengan teknik cell dump.

Ia tidak merinci empat lokasi itu, namun salah satunya di sekitar Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga.

Selain itu data cell dump tersebut masih mentah, sehingga ia harus menyortir dan menganalisis terlebih dahulu.

Anam pun sempat menunjukkan lembaran besar berwarna putih yang berisikan data interaksi digital telepon genggam tersebut.

"Itu (cell dump) bahan raw (mentah) material yang nanti kami analisis, untuk menentukan titik-titik mana komunikasi apa yang terjadi di wilayah-wilayah yang terekam dalam cell dump itu," ucapnya.

Menurut Anam penelusuran itu penting untuk mengetahui kebenaran terkait keberadaan HP setiap orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Cell dump untuk menentukan Hp-nya siapa, di area mana. Ini signifikan sekali untuk saling melengkapi, kamu mengatakan tidak di situ tapi HP-mu di situ kan ketahuan," ujarnya.

Diketahui, Komnas HAM melakukan pemeriksaan CCTV dan HP terkait kasus penembakan Brigadir J hari ini.

Anam menyebut masih ada 20 persen lagi yang belum pihaknya periksa, termasuk HP milik Kadiv Propam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J.

"Tinggal ini ya sekitar tinggal 20 persen lagi lah yang memang kami butuhkan untuk memperkuat sisi sisi terangnya peristiwa. Dilanjut minggu depan," kata Anam.

Anam menyebut CCTV dan HP yang dibawa pada pemeriksaan hari itu belum lengkap.

Pihaknya pun memberi waktu kepada Labfor dan siber dari kepolisian untuk membawa pekan depan.

"Karena masih ada satu proses baik di siber di labfor yang sekarang belum selesai. Kalau itu dipaksakan misalnya tadi kami periksa, secara prosedur hukumnya nanti juga akan lemah," ucapnya. (*) 

 

.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved