Citayam Fashion Week
Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani Menyebut CFW Berdampak Positif dan Negatif untuk Kota Jakarta
Pimpinan DPRD DKI Jakarta ungkap adanya perilaku menyimpang di kalangan remaja yang hadir dalam Citayam Fashion Week di Dukuh Atas Sudirman.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pimpinan DPRD DKI Jakarta mengungkap adanya perilaku menyimpang di kalangan remaja yang hadir dalam Citayam Fashion Week (CFW) di Dukuh Atas Sudirman, Jakarta Pusat.
Salah satu penyimpangannya adalah remaja laki-laki berpakaian dan berperilaku seperti perempuan.
"Banyak sekali. Mohon maaf sekali yang Sedikit menyimpang, usianya di bawah 17 tahun dan kebanyakan laki-laki," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani pada Selasa (26/7/2022).
Zita mengaku sudah menjajal catwalk yang ada di zebra cross atau penyeberangan jalan di Dukuh Atas Sudirman tersebut pada Sabtu (23/7/2022).
Menurut Zita, fenomena yang telah menjadi fakta sosial ini bisa diselesaikan melalui edukasi, tanpa perlu menutup tempat tersebut.
Baca juga: Bikin Gondok, Lahan Pejalan Kaki dan Pesepeda Diserobot Parkir Liar Citayam Fashion Week
Baca juga: Jeje Ikon Citayam Fashion Week Kaget Saat Aksinya Dibubarkan Polisi
Baca juga: Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim Siap Bila Citayam Fashion Week Dipindahkan ke PIK
"Kan nggak bisa marah-marah dong. Pastinya, kami berikan edukasi dan pastinya pemerintah adil. Jangan malah menutup atau tidak membolehkan, tetapi adil dan memberikan edukasi,” kata Zita.
Putri dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan itu tidak setuju jika lokasi catwalk dipindah ke tempat lain.
Apalagi fenomena pertunjukkan busana ini terjadi secara alami lewat kehadiran para remaja asal Citayam, Bojonggede, Depok, Bogor dan Bekasi yang berkumpul di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
"Saya nggak setuju (dipindah), karena itu bukan hak kita untuk memindahkan. Sebab, ini kan fenomena alami kalau mereka mau pindah boleh saja," tutur Zita.
BERITA VIDEO: Bikin Macet, Citayam Fashion Week Mulai Diprotes Warga, Netizen: Bubarin Aja Pak!
Berdampak untuk Jakarta
Selain itu, Zita menilai, CFW di Dukuh Atas Sudirman memberikan dampak positif dan buruk di Ibu Kota.
Hal itu dikatakan Zita usai menjajal catwalk di zebra cross kawasan Sudirman pada Sabtu (23/7/2022).
"Di sana itu ada sisi positif dan ada negatifnya. Positifnya, pelaku UMKM-nya tumbuh semua, kedai-kedai kopi, kedai-kedai rumah makan, kaki lima, semuanya yang tadinya sepi ramai sekali. Jadi roda ekonomi berputar,” kata Zita.
Untuk dampak negatifnya, Zita meilai bahwa lokasi Dukuh Atas menjadi agak kotor.
Bahkan di sana banyak didatangi anak di bawah umur, yang seharusnya berada di bawah pengawasan orang tua.
"Kami sebagai wakil rakyat itu harus adil memfasilitasi dan sebenarnya ini juga sudah ada juga kok di Jepang Harajuku,” ujar Zita.
“Jadi bukannya ditutup, tetapi kami fasilitasi menjadi sebuah fenomena ekonomi yang lebih baik, lebih rapih dan lebih tertata itu,” ucap Zita.
Menurut Zita, kehadiran CFW di Dukuh Atas sebetulnya tidak terlalu mengganggu lalu lintas kendaraan, karena di sana bukan jalan umum yang bisa dilintasi dua arah.
Jika ditelisik, ucap dia, ruas jalan itu mengarah ke Stasiun MRT Jakarta.
"Tapi memang sih harus diatur menurut saya, supaya boleh diadakan Jumat, Sabtu dan Minggu. Misalnya dibikin CFD, kan ini fenomena bagus,” imbuhnya.
Sebagai wakil rakyat di Parlemen Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Zita tentu mendukung CFW karena menjadi ajang kreativitas remaja.
Pemerintah harus memberikan ruang sebesar-besarnya untuk pemuda dan pemudi yang datang ke sana.
"Kalau bisa yang di bawah umur itu diatur. Lalu, yang lain-lainnya diberikan ruang agar mereka bisa berekspresi dengan bebas," tutur Zita.