Jumat, 8 Mei 2026

Polisi Ungkap Penyebab Jebolnya Tandon Air Proyek LRT di Setiabudi

Polsek Setiabudi mengungkap penyebab jebolnya tandon air proyek LRT di Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan yang terjadi Selasa (28/6/2022).

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Pengangkatan kereta LRT Jabodebek di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (13/10/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, SETIABUDI - Penyebab jebolnya tandon air proyek LRT di Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, terungkap.

Kanit Reskrim Polsek Setiabudi Kompol Suparmin mengatakan, penyebabnya lantaran ada penambal (lasan) tandon yang tidak kuat.

"Karena ini las-lasannya copot ya kurang kuat las-lasannya itu ya nggak kuat," ujarnya, dalam keterangan yang diterima pada Kamis (21/7/2022).

Ia memastikan tak ada kelalaian yang dilakukan oleh pekerja dalan kasus tersebut.

"Kelalaian sih enggak ya, yang lain juga nggak jebol. Gitu aja las-lasannya lepas ya," kata dia.

Baca juga: Adhi Karya Masih Cari Informasi Soal Kecelakaan LRT Jabodebek di Cibubur

"Iya murnya copot lah itu. Kalau las-lasannya nggak kuat, itu lepas kan murnya ketekan air," sambungnya.

Suparmin menambahkan, hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Iya masih penyelidikan. Adhi Karya engga diperiksa," tutur Suparmin.

Sebelumnya, pemasangan tandon air Light Rail Transit (LRT) di Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan disebut sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Untuk diketahui, tandon air proyek LRT yang berada tepat di depan Gedung Lina jalan tersebut, jebol pada Selasa (28/6/2022) sore.

Kanit Reskrim Polsek Metro Setiabudi, Kompol Suparmin menuturkan, pengakuan pemasangan tandon yang sudah sesuai SOP itu berdasarkan keterangan mandor dalam pemeriksaan.

Baca juga: Polisi Periksa 3 Saksi Terkait Ledakan Jebolnya Tandon Air di Proyek LRT Setiabudi

"Pengakuan mereka sih sudah sesuai (SOP) semua," kata dia, dalam keterangan yang diterima pada Rabu (6/7/2022).

"Karena di tempat lain pun (tandon) tidak pecah, katanya gitu," sambungnya.

Penyidik dari Polsek Metro Setiabudi, kata dia, hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab jebolnya tandon air proyek LRT.

"Garis police line tidak boleh (dilepas). Nanti tunggu kita selesai (penyelidikan), baru kita copot. Kita yang copot, tidak boleh sendiri," ujar Suparmin.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved