Dua Pengedar Narkoba Jenis Sabu dari Medan ke Jakarta Ditangkap di Bandara Soekarno Hatta 

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua pria, DS dan M yang terlibat peredaran narkoba dari Medan ke Jakarta di parkiran motor Bandara Soekarno Hatta

Warta Kota/Alfian Firmansyah
Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua pengedar narkoba dari Medan ke Jakarta di parkiran sepeda motor Bandara Soekarno Hatta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua pria yakni DS dan M yang terlibat peredaran narkoba dari Medan ke Jakarta di parkiran sepeda motor Bandara Soekarno Hatta pada Rabu, (6/7/2022) pukul 14.40 WIB, 

Pihak polisi melakukan penyitaan sebanyak 1.059 gram narkoba jenis sabu yang dikemas dalam kantong plastik bertuliskan teh China. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin mengungkapkan, bahwa cara membawa narkoba dengan bungkus dengan merk itu lazim biasa digunakan para pengedar. 

"Inisial M saat itu akan kembali ke Medan, diketahui barang ini dikirim M,  dari Medan dengan menggunakan penerbangan pukul 11.50 WIB dan tiba di Jakarta melalui bandara Soetta pukul 13.50 WIB," ucap Komarudin, Senin (18/7/2022).

Baca juga: Polres Metro Jakarta Pusat Gagalkan Penyelundupan Sabu Seberat 20,9 Kg di Sound Sistem

Komarudin menyebutkan, modus yang  digunakan, membawa barang diselipkan di badan, dimasukan kedalam dalam baju. 

"Barang tersebut dikeluarkan dulu dari tas, nantinya sensor xray itu tidak bunyi, lanjut pemeriksaan bendara yang kedua, semuanya dilepas, hanya narkoba sajadi badannya, sehingga koper masuk ke dalam xray, dan pemeriksaan akan lolos juga. 

Komarudin juga menambahkan, transaksi yang dilakukan oleh DS dan M ini, M masuk ke dalam kamar mandi bandara dahulu dan memindahkan ke tas. 

Baca juga: Nia Ramadhani Jadi Manusia Baru setelah Bersih dari Narkotika, Siap Goyang Dunia Hiburan

Inisial M mengatakan sudah melalukan transaksi sebanyak 6 kali dan inisial DS bekerja hanya sebagai menjemput narkoba yang dikirim oleh M dari Medan menuju Jakarta di Bandara Soekarno Hatta. 

"Untuk M, sekali antar sebanyak 60 juta rupiah, untuk 1 kilogram M mendapatkan upah sebanyak 60juta rupiah, sedangkan DS menjemput di bandara, mendapatkan upah 10 juta rupiah untuk per 1 kilogram," ujar Komarudin. 

Komarudin menegaskan bahwa pelaku DS dan M  terkena pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, dan  pidana paling lama 20 tahun penjara. Alfian Firmansyah (M32) 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved