Berita Video

Dubes Ukraina: Kota Kiev Tidak Diserbu Nazi Pada Perang Dunia 2, Tapi Sekarang Rusia Serang

Jadi sekarang, menurut saya ini adalah tindakan yang lebih buruk dibanding Nazi.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan banyaknya fasilitas publik yang rusak.

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin menginformasikan, kerugian yang harus ditanggung akibat invasi tersebut menyentuh angka 100 miliar dollar.

Lebih lanjut, Vasyl mengatakan, pemerintah Ukrania memiliki rencana untuk perbaikan fasilitas-fasilitas publik tersebut.

Vasyl mengajak negara-negara lain untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan kembali Ukrania.

Jurnalis Warta Kota berkesempatan untuk melakukan wawancara secara eksklusif dengan Vasyl.

Wawancara eksklusif tersebut dilakukan saat talk show di kantor Redaksi Tribun Network, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Berbicara tentang fasilitas publik? Bagaimana rencana anda ke depan, semisal untuk membangun kembali yang rusak?

Pastinya kita punya rencana, dari pemerintah Ukraina dan saya pikir akan menginformasikan hal ini kepada negara lain khususnya Indonesia, untuk ikut membantu. Pastinya banyak sekali yang rusak. Maksud saya bukan hanya rumah presiden, tapi juga sekolah, suplai sistem listrik, suplai sistem air, suplai gas, logistik, dan semuanya. Jadi, pasti kita akan bangun ulang ini.

Dan kerugiannya adalah sebesar 100 miliar dollar. Pastinya kami mengajak negara-negara lain turut berpartisipasi untuk membangun kembali Ukraina.

Berapa kota yang gedung-gedung dihancurkan oleh Rusia?

Banyak. Maksud saya, kami adalah negara yang besar. Saya tidak bisa mengatakan setiap desa atau wilayah diserang.

Tapi mayoritas kota-kota besar sudah dihancurkan oleh Rusia dengan bom, tank, dan lain-lain.

Ngomong-ngomong jika kamu melihat apa yang terjadi, beberapa kota di Ukraina seperti Kiev saat perang dunia tidak dihancurkan oleh Nazi Jerman. Jadi sekarang, menurut saya ini adalah tindakan yang lebih buruk dibanding Nazi.

Bisakah kamu menjelaskan implikasi ekonomi dari invasi ini?

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved