Penembakan

Ungkap Kejanggalan Tewasnya Brigadir Yosua, Keluarga Alami Ujian Bertubi, Kini WhatsApp Kena Hack

Keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang tinggal di Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, Jambi, bahkan mendapat ujian bertubi-tubi.

Editor: Feryanto Hadi
Tribun Jambi
Samuel Hutabarat menunjukkan handphone miliknya tak bisa mengakses Whatsapp. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAMBI --- Banyaknya informasi dan isu liar terkait adu tembak antara Brigadir J atau Brigadir Yosua dengan Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, akhirnya membuat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk membongkar dan mendalami kasus tersebut.

Tim khusus tersebut, kata Jenderal Listyo, dibentuk untuk menjawab keraguan publik atas penanganan kasus itu. 

Listyo memastikan bahwa tim akan bekerja secara profesional dan objektif.

"Saya telah membentuk tim khusus yang dipimpin Pak Wakapolri, Pak Irwasum, Pak Kabareskrim juga ada As SDM termasuk juga fungsi dari Provos dan Paminal," kata Listyo kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (12/7/2022).

Menurut Listyo pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan para pengawas eksternal Polri untuk terlibat dalam tim khusus.

Ia memastikan bahwa Kompolnas hingga Komnas HAM akan terlibat dalam penanganan di tim itu.

"Penyidikan kasus utamanya dilakukan oleh Polres Jakarta Selatan. Meski demikian, tim akan memberikan asistensi terhadap penanganannya. Kami mengharapkan bahwa kasus ini bisa dilaksanakan secara transparan, objektif dan tentunya karena khusus menyangkut masalah anggota, kami juga ingin peristiwa yang ada ini betul-betul menjadi terang," papar Listyo.

Baca juga: Usut Kasus Penembakan Ajudan Kadiv Propam, Kapolri Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta   

Menurut Listyo terjadi baku tembak antara anggota Polri dengan anggota lainnya dalam kasus ini. 

Dari sana katanya muncul informasi liar yang beredar.

"Kami juga mendapatkan banyak informasi terkait dengan berita-berita liar yang beredar, yang tentunya kita juga ingin semuanya ini bisa tertangani dengan baik," kata Listyo.

Listyo menjelaskan tim khusus akan dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Kemudian dibantu oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryo, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri, dan Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Wahyu Widada.

Selain itu, pihaknya juga mengerahkan unsur dari Divisi Propam Polri, yakni Biro Provos dan Paminal.

Baca juga: Tewasnya Ajudan Kadiv Propam Polri, PBHM: Kapolri Harus Turun Tangan 

"Yang pasti penanganan kami akan lakukan secara serius dan diawasi tim yang ada baik proses penyelidikan, penyidikan maupun hal-hal lain yang mungkin akan bisa didapat ini tentunya akan dipertanggungjawabkan kepada publik," ujarnya.

Sigit memastikan proses penanganan perkara itu akan dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. 

"Mudah-mudahan ini bisa menjawab keraguan publik terkait isu-isu liar ini," katanya.

Baca juga: Dua Polisi Adu Tembak di Rumah Dinas di Jaksel, Anggota Propam Polri Tewas

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved