Ibu Kota Pindah

Klaster Pertama Asesmen ASN Pindah ke Ibu Kota Nusantara Dimulai Tahun Ini, Target 20 Ribu Orang

Suharso menambahkan, pemindahan ASN tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Editor: Yaspen Martinus
solopos.com
Tahun ini pemerintah bakal memulai proses asesmen aparatur sipil negara (ASN) yang akan dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Tahun ini pemerintah bakal memulai proses asesmen aparatur sipil negara (ASN) yang akan dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Orang-orangnya semua memang sekarang lagi di-ases ya."

"Bagaimana, siapa saja,” ungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/07/2022).

 

Suharso menambahkan, pemindahan ASN tersebut akan dilakukan secara bertahap.

“Saya kira tidak dengan langsung seketika seperti itu."

"Yang penting kan penetapan bahwa IKN kemudian bisa berfungsi menjadi ibu kota negara, itu mudah-mudahan bisa kita pastikan pada tahun 2024,” imbuhnya, dikutip dari laman setkab.go.id.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 12 Juli 2022: Dosis I: 201.802.967, II: 169.392.315, III: 52.095.747

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama mengatakan, BKN mendapatkan mandat untuk melaksanakan asesmen ASN yang akan dipindahkan ke IKN.

“Pemetaan/penilaian potensi dan kompetensi (talent mapping) ini akan menyasar ASN di sejumlah instansi pemerintah pusat."

"Yakni ASN kementerian/lembaga yang bertugas dan berkantor di wilayah Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta dan sekitarnya,” ujar Satya dikutip dari laman BKN, Rabu (13/07/2022).

Baca juga: Jadi Kuasa Hukum Mardani Maming, Denny Indrayana: Haji Isam Kebal Hukum, Ini Panggilan Jihad

Satya mengungkapkan, BKN melalui Pusat Penilaian Kompetensi ASN, sedang menyiapkan dua tahapan utama dalam proses asesmen ASN menuju IKN.

Pertama, menyusun dan mengembangkan instrumen atau metode asesmen yang akan digunakan untuk memetakan potensi dan kompetensi ASN, sesuai dengan tuntutan kebutuhan kompetensi pada IKN.

Kedua, menyiapkan mekanisme pelaksanaan asesmen ASN yang direncanakan akan dilakukan bertahap dan dibagi menjadi lima klaster.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 12 Juli 2022: 3.361 Orang Positif, 8 Pasien Wafat, 1.780 Sembuh

“Target terdekat adalah BKN akan melaksanakan pemetaan/penilaian kompetensi bagi ASN instansi pusat, yang masuk pada klaster pertama dan seterusnya, sesuai dengan skenario tahapan pemindahan yang ditetapkan oleh pemerintah,” bebernya.

Satya menyampaikan, pada pelaksanaan pemetaan/penilaian kompetensi tahap awal di tahun 2022 hingga 2023, ditargetkan sebanyak 60 ribu ASN, meliputi 20 ribu ASN di tahun 2022 dan 40 ribu ASN pada tahun 2023.

“Dalam keseluruhan proses pelaksanaan asesmen ASN ke IKN, BKN akan bekerja sama dengan beberapa instansi pemerintah pusat terkait."

"Seperti KemenPPN/Bappenas dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB),” terang Satya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved