Selasa, 14 April 2026

Polisi Tembak Polisi

Bharada E yang Tewaskan Brigadir J adalah Penembak Nomor 1 di Pelopor Korps Brimob

Bharada E diketahui adalah penembak nomor 1 di Resimen Pelopor Korps Brimob. Karena kepiawaian Bharada E itulah, akhirnya menewaskan Brigadir J.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Ramadhan LQ
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto, saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Selasa (12/7/2022). Ia menyebutkan status Bharada E pelaku penembakan terhadap Brigadir J hingga tewas, tetap saksi. Menurutnya Bharada E adalah penembak nomor 1 di Resimen Pelopor Korps Brimob, sehingga sangat piawai menembak. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan Bharada E yang terlibat adu tembak dengan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, diketahui adalah penembak nomor 1 di Resimen Pelopor Korps Brimob.

Karena kepiawaian Bharada E dalam menembak itulah, akhirnya menewaskan Brigadir J.

"Di Resimen Pelopor Brimob, Bharada E sebagai tim penembak nomor 1 kelas 1 di Resimen Pelopor, ini yang kami dapatkan," ujar Kombes Budhi dalam konferensi pers, di Mapolres Jaksel, Selasa (12/7/2022).

Budhi mengatakan selain sebagai penembak nomor 1, kemampuan Bharada E membuatnya juga menjadi pelatih di resimen tersebut.

"Jadi kebetulan, sebagai gambaran informasi, kami juga melakukan interogasi terhadap komandan Bharada E, bahwa Bharada E ini sebagai pelatih vertical rescue," katanya.

Budhi juga menjelaskan bahwa hasil autopsi sementara Brigadir J atau Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat yang tewas usai baku tembak dengan Bharada E terdapat 7 luka tembak masuk di tubuh Brigadir J dan 6 luka tembak keluar.

Baca juga: KESAKSIAN Penjaga Komplek, Dengar Suara Letusan di Rumah Irjen Sambo, Dikira Petasan Malam Takbiran

"Kemudian kami juga menemukan berdasarkan hasil olah autopsi. Ini masih ada hasil otopsi, tapi masih sementara. Jadi memang masih sementara tidak kami bacakan semua," katanya, Selasa (12/7/2022).

"Namun kami sudah mendapatkan dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, di mana dari hasil autopsi tersebut kami mendapatkan bahwa ada 7 luka tembak masuk dan 6 luka tembak keluar. Dan satu proyektil bersarang di dada," sambung dia.

Baca juga: Jadi Saksi Kunci Adu Tembak, Ini Sosok Istri Irjen Ferdy Sambo di Mata Tetangga

Padahal kata Budhi hanya 5 peluru yang digunakan Bharada E kala itu. Ini katanya dikarenakan ada satu peluru yang membuat dua luka tembak di tubuh Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat. Peluru itu menembus lengan hingga tubuh Brigadir J.

Budhi mengatakan, Bharada E menggunakan senjata Glock 17 dengan magazen sebanyak 17 butir peluru.

Pihaknya menemukan di tempat kejadian perkara (TKP) bahwa dalam magazen itu tersisa sebanyak 12 peluru. Artinya, kata Budhi, ada 5 peluru yang dimuntahkan.

Baca juga: Hasil Autopsi Jenazah Brigadir J, Polisi: 7 Luka Tembak Masuk dan 6 Luka Tembak Keluar

"Sedangkan saudara J itu kami menemukan dan mendapatkan fakta bahwa yang bersangkutan menggunakan senjata jenis HS, 16 peluru di magazennya," ujarnya.

Budhi mengatakan, pihaknya menemukan sebanyak 9 peluru tersisa yang ada di magazen senjata Brigadir J tersebut.

"Artinya, ada 7 peluru yang ditembakan dan ini sesuai apa yang ditemukan di TKP bahwa di dinding bahwa ada 7 titik bekas luka tembakan di yang ada di dinding tersebut," kata dia.

Baca juga: Sosok Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo Dimata Tetangga dan Satpam, Sering Bagi-bagi TH

"Dari 5 tembakan yang dikeluarkan Bharada E, tadi disampaikan ada 7 luka tembak masuk di jenazah Brigadir J," lanjut Budhi.

Sementara dari 7 tembakan Brigadir J tidak ada satupun yang mengenai Bharada E. Sebab saat adu tembak, Bharada E posisinya berada di atas atau lantai 2 rumah.(M31)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved